Jadwal Sholat

Memuat jadwal sholat…

Editorial Ekonomi & Bisnis

Open AccessOA2022

Green Banking—Dapatkah Institusi Keuangan mendukung pemulihan hijau?

Penelitian ini mengkaji apakah pembiayaan hijau meningkatkan kinerja bank dan menurunkan risiko gagal bayar di negara-negara Gulf Cooperation Council (GCC). Menggunakan data dari 2011 hingga 2021, penulis menemukan bahwa eksposur hijau yang lebih besar meningkatkan spread intermediasi dan menurunkan risiko gagal bayar, dengan dampak yang lebih kuat pada bank yang lebih kecil.
Zhonglu Chen; Nawazish Mirza; Lei Huang; Muhammad Umar· Economic Analysis and Policy· 2022· DOI 10.1016/j.eap.2022.05.017

Masalah inti

Pandemi Covid-19 telah mengganggu kemajuan menuju keberlanjutan dan target net-zero, karena kekhawatiran kesehatan yang mendesak telah mengalahkan inisiatif pro-ekologis. Institusi keuangan, khususnya di pasar berkembang, dapat memainkan peran penting dalam mendukung pemulihan hijau. Makalah ini mengevaluasi insentif untuk pembiayaan berkelanjutan di antara perusahaan perbankan di negara anggota Gulf Cooperation Council (GCC). Penulis berargumen bahwa pembiayaan hijau dapat menghasilkan sistem keuangan yang lebih efisien dan tangguh, dengan implikasi penting bagi regulator, otoritas moneter, dan sektor perbankan.

Inovasi

Penelitian ini menggunakan sampel komprehensif bank yang beroperasi di negara anggota GCC antara 2011 dan 2021. Analisis berfokus pada hubungan antara eksposur hijau—yang didefinisikan sebagai sejauh mana pertimbangan lingkungan dalam pemberian pinjaman—dan dua metrik kinerja bank utama: spread intermediasi dan risiko gagal bayar. Penulis menggunakan teknik data panel untuk menilai bagaimana pembiayaan hijau memengaruhi hasil-hasil ini, sambil mengendalikan faktor spesifik bank dan makroekonomi. Periode sampel mencakup tahun-tahun sebelum pandemi dan selama pandemi, memungkinkan pemeriksaan insentif green banking selama periode tekanan ekonomi.
Pendahuluan
Pandemi Covid-19 telah mengganggu kemajuan menuju keberlanjutan dan target net-zero, karena kekhawatiran kesehatan yang mendesak telah mengalahkan inisiatif pro-ekologis. Institusi keuangan, khususnya di pasar berkembang, dapat memainkan peran penting dalam mendukung pemulihan hijau. Makalah ini mengevaluasi insentif untuk pembiayaan berkelanjutan di antara perusahaan perbankan di negara anggota Gulf Cooperation Council (GCC). Penulis berargumen bahwa pembiayaan hijau dapat menghasilkan sistem keuangan yang lebih efisien dan tangguh, dengan implikasi penting bagi regulator, otoritas moneter, dan sektor perbankan.

Mengapa penting

Temuan ini memberikan keyakinan bagi upaya pemulihan hijau. Karena manfaat keuangan yang eksplisit—spread intermediasi yang lebih tinggi dan risiko gagal bayar yang lebih rendah—bank dapat memainkan peran kritis dalam membantu mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Hasil ini memiliki implikasi penting bagi regulator, otoritas moneter, dan sektor perbankan. Pembiayaan hijau dapat menghasilkan sistem keuangan yang lebih efisien dan tangguh, dan pembuat kebijakan harus mempertimbangkan insentif yang mendorong bank mengadopsi praktik pemberian pinjaman yang bertanggung jawab terhadap lingkungan. Dampak yang lebih kuat pada bank yang lebih kecil menunjukkan bahwa pembiayaan hijau dapat menjadi pembeda strategis bagi institusi yang mencari peluang pendapatan baru sekaligus mengelola risiko.

Siapa yang sebaiknya membaca

Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.

Membuka konten member…