Editorial ilmu komputer
Open AccessOA2026
Epidemiologi genomik isolat Neisseria gonorrhoeae dari uji klinis G-ToG, 2014-2016
Sekuensing seluruh genom terhadap 354 isolat Neisseria gonorrhoeae dari uji G-ToG (2014-2016) menunjukkan bahwa keragaman gonokokus di Inggris terstruktur oleh jaringan seksual, dengan garis keturunan terkait MSM menunjukkan MIC azitromisin dan seftriakson yang lebih tinggi serta pengayaan determinan AMR. Dataset ini menyediakan dasar pra-intervensi untuk memantau dampak HIV PrEP, Doxy-PEP, dan vaksinasi Bexsero.
Samantha A. McKeand; Michelle Cole; Jeffrey A. Cole; Amanda E. Rossiter-Pearson; Jonathan D. C. Ross; Christoph M. Tangยท bioRxivยท 2026ยท DOI 10.64898/2026.03.20.713202
Masalah inti
Neisseria gonorrhoeae merupakan ancaman kesehatan publik utama akibat insidensi yang meningkat dan resistensi antimikroba (AMR) yang terus bertambah. Untuk mengarakterisasi lanskap gonokokus yang beredar di Inggris satu dekade lalu, penulis menganalisis sekuens seluruh genom dan metadata klinis dari 354 isolat yang dikumpulkan selama uji klinis G-ToG antara 2014 dan 2016. Penelitian ini bertujuan menetapkan dasar keragaman gonokokus dan AMR sebelum implementasi beberapa intervensi kesehatan publik utama di Inggris, termasuk profilaksis pra-paparan HIV (HIV PrEP), profilaksis pasca-paparan doksisiklin (Doxy-PEP), dan vaksinasi dengan Bexsero.
Inovasi
Penulis melakukan sekuensing seluruh genom pada 354 isolat N. gonorrhoeae dari uji klinis G-ToG, yang dikumpulkan antara 2014 dan 2016. Metadata klinis diintegrasikan dengan data genomik. Analisis filogenetik dilakukan untuk menilai kekerabatan genetik dan pengelompokan. Konsentrasi hambat minimum (MIC) untuk azitromisin dan seftriakson ditentukan, dan keberadaan determinan AMR kromosomal serta plasmid terkait AMR dinilai. Isolat G-ToG dibandingkan dengan dataset global untuk mengevaluasi cakupan keragaman gonokokus Inggris dan potensi bias terkait demografi peserta.
Pendahuluan
Neisseria gonorrhoeae merupakan ancaman kesehatan publik utama akibat insidensi yang meningkat dan resistensi antimikroba (AMR) yang terus bertambah. Untuk mengarakterisasi lanskap gonokokus yang beredar di Inggris satu dekade lalu, penulis menganalisis sekuens seluruh genom dan metadata klinis dari 354 isolat yang dikumpulkan selama uji klinis G-ToG antara 2014 dan 2016. Penelitian ini bertujuan menetapkan dasar keragaman gonokokus dan AMR sebelum implementasi beberapa intervensi kesehatan publik utama di Inggris, termasuk profilaksis pra-paparan HIV (HIV PrEP), profilaksis pasca-paparan doksisiklin (Doxy-PEP), dan vaksinasi dengan Bexsero.
Mengapa penting
Data ini menyediakan dasar yang berharga sebelum implementasi beberapa intervensi kesehatan publik utama di Inggris, termasuk HIV PrEP, Doxy-PEP, dan vaksinasi dengan Bexsero. Pengelompokan yang kuat berdasarkan jaringan seksual menyoroti pentingnya dinamika transmisi dalam membentuk populasi gonokokus dan AMR. MIC yang lebih tinggi dan pengayaan determinan AMR pada garis keturunan terkait MSM menunjukkan bahwa kelompok ini mungkin berisiko lebih besar mengalami kegagalan pengobatan dan dapat mendorong penyebaran AMR. Integrasi berkelanjutan antara surveilans genomik dan epidemiologi akan sangat penting untuk memantau apakah intervensi tersebut mengubah dinamika transmisi gonokokus dan lintasan AMR, serta memandu strategi pengendalian di masa depan.
Siapa yang sebaiknya membaca
Praktisi kesehatan, peneliti klinis, dan pembaca Research Digest.
Membuka konten memberโฆ