Editorial ilmu komputer
Open AccessOA2025
Faktor yang Memengaruhi Keterserapan Kerja Lulusan TVET di Bidang Teknik Air, Sipil, Elektro, dan Mesin: Studi Pelacakan Diploma Nasional di Uganda (2016–2019)
Studi pelacakan ini mengidentifikasi kualitas pengajaran, keterampilan kewirausahaan, dan diploma kelas satu sebagai prediktor utama keterserapan kerja lulusan TVET Uganda, sekaligus menyoroti kesenjangan struktural dalam pelatihan industri, literasi digital, dan jaringan perekrutan.
Lilian Nakawala· International Journal of Advanced Research· 2025· DOI 10.37284/ijar.8.2.3842
Masalah inti
Pembangunan ekonomi Uganda sangat bergantung pada tenaga kerja teknis yang terampil, dengan Uganda Business and Technical Examinations Board (UBTEB) mensertifikasi lebih dari 69.000 insinyur melalui program Diploma Nasional di bidang Teknik Air, Sipil, Elektro, dan Mesin. Meskipun outputnya sebesar itu, transisi lulusan ke pekerjaan yang bermakna tetap tidak merata dan kurang diteliti. Studi ini menjawab kesenjangan tersebut dengan menyelidiki faktor-faktor yang memengaruhi keterserapan kerja lulusan TVET dari 2016 hingga 2019. Analisis ini ditempatkan dalam paradoks keterampilan Uganda yang lebih luas: kelangkaan teknisi yang terus berlanjut berdampingan dengan tingkat setengah pengangguran lulusan sebesar 37%. Penelitian ini bertujuan memberikan bukti untuk menyelaraskan kembali sistem TVET dengan kebutuhan pasar tenaga kerja, sejalan dengan Visi 2040 Uganda.
Inovasi
Studi ini menggunakan desain pelacakan metode campuran, yang menggabungkan pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif. Sebanyak 249 lulusan dari program Diploma Nasional di bidang Teknik Air, Sipil, Elektro, dan Mesin (2016–2019) disurvei, bersama dengan 39 pemberi kerja dari industri terkait. Data kuantitatif dianalisis menggunakan model regresi untuk mengidentifikasi prediktor keterserapan kerja, yang diukur sebagai pekerjaan dalam satu tahun setelah kelulusan. Wawancara kualitatif mengeksplorasi persepsi pemberi kerja dan kendala sistemik. Sampel diambil dari lulusan tersertifikasi UBTEB, sehingga relevan dengan hasil TVET nasional. Pertimbangan etis mencakup persetujuan setelah mendapat penjelasan dan anonimitas. Pendekatan metode campuran memungkinkan triangulasi temuan, menangkap tren statistik sekaligus nuansa kontekstual.
Pendahuluan
Pembangunan ekonomi Uganda sangat bergantung pada tenaga kerja teknis yang terampil, dengan Uganda Business and Technical Examinations Board (UBTEB) mensertifikasi lebih dari 69.000 insinyur melalui program Diploma Nasional di bidang Teknik Air, Sipil, Elektro, dan Mesin. Meskipun outputnya sebesar itu, transisi lulusan ke pekerjaan yang bermakna tetap tidak merata dan kurang diteliti. Studi ini menjawab kesenjangan tersebut dengan menyelidiki faktor-faktor yang memengaruhi keterserapan kerja lulusan TVET dari 2016 hingga 2019. Analisis ini ditempatkan dalam paradoks keterampilan Uganda yang lebih luas: kelangkaan teknisi yang terus berlanjut berdampingan dengan tingkat setengah pengangguran lulusan sebesar 37%. Penelitian ini bertujuan memberikan bukti untuk menyelaraskan kembali sistem TVET dengan kebutuhan pasar tenaga kerja, sejalan dengan Visi 2040 Uganda.
Mengapa penting
Hasil ini menegaskan ketidakselarasan sistemik antara pelatihan TVET dan kebutuhan pasar tenaga kerja. Pengaruh positif kualitas pengajaran dan keterampilan kewirausahaan menyoroti pentingnya faktor pedagogis dan sikap dibandingkan sekadar konten teknis. Kaitan negatif dengan magang yang dipantau menunjukkan kelemahan dalam pelaksanaan—mungkin karena supervisi yang buruk atau penempatan yang tidak relevan—bukan pada konsepnya sendiri. Kesenjangan keterampilan digital mencerminkan kurikulum yang tidak mengikuti kemajuan teknologi. Ketergantungan pada jaringan informal melanggengkan ketidaksetaraan, merugikan lulusan tanpa modal sosial. Faktor-faktor ini berkontribusi pada paradoks keterampilan Uganda: surplus lulusan yang setengah menganggur berdampingan dengan permintaan teknisi yang tidak terpenuhi. Studi ini menyerukan pembaruan kurikulum secara berkala, integrasi kewirausahaan dan keterampilan digital yang lebih kuat, serta restrukturisasi model pelatihan industri. Reformasi tersebut penting untuk meningkatkan kesiapan tenaga kerja dan mencapai tujuan Visi 2040.
Siapa yang sebaiknya membaca
Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.
Membuka konten member…