Editorial ilmu komputer
Open AccessOA2023
Pembuat Epoch dalam Sejarah Intelektual: Pyotr Tchaadaev dan Para Pemikir Renaisans Bengal
Artikel ini membandingkan Pyotr Tchaadaev dan para pemikir Renaisans Bengal, dengan argumen bahwa keduanya merespons krisis modernisasi di Rusia dan India dengan menciptakan 'filosofi krisis' yang membuka epoch baru dalam sejarah intelektual.
Татьяна Григорьевна Скороходова· Dialog so vremenem· 2023· DOI 10.21267/aquilo.2023.85.85.029
Masalah inti
Artikel ini membandingkan P.Y. Tchaadaev dan para pemikir Renaisans Bengal dalam kaitannya dengan peran yang mereka mainkan dalam sejarah intelektual negara masing-masing dalam konteks transformasi modernisasi Rusia dan India abad ke-19. Kesamaan tipologis didefinisikan dalam kerangka "pemikir problematik" dan "filosofi krisis" M. Buber. Para pemikir tersebut menangkap sifat transformatif zaman mereka, memahaminya sebagai krisis sosial, budaya, dan moral, dan menjadi pendiri filosofi krisis. Filosofi krisis dipahami sebagai kompleks konvensional pertanyaan dan jawaban yang menunjukkan vektor pemikiran dan bidang-bidang problematiknya.
Inovasi
Penelitian ini menggunakan pendekatan historis-intelektual komparatif, dengan mengacu pada konsep "pemikir problematik" dan "filosofi krisis" M. Buber sebagai kerangka analitis. Penelitian ini mengkaji teks dan gagasan utama Pyotr Tchaadaev serta tokoh-tokoh kunci Renaisans Bengal dari Rammohun Roy hingga Rabindranath Tagore, dengan menempatkan mereka dalam konteks sosio-kultural dan politik Rusia dan India abad ke-19. Metodologi ini berfokus pada identifikasi kesamaan tipologis dalam respons mereka terhadap modernisasi dan krisis, serta pada penelusuran kemunculan epoch baru dalam sejarah intelektual.
Pendahuluan
Artikel ini membandingkan P.Y. Tchaadaev dan para pemikir Renaisans Bengal dalam kaitannya dengan peran yang mereka mainkan dalam sejarah intelektual negara masing-masing dalam konteks transformasi modernisasi Rusia dan India abad ke-19. Kesamaan tipologis didefinisikan dalam kerangka "pemikir problematik" dan "filosofi krisis" M. Buber. Para pemikir tersebut menangkap sifat transformatif zaman mereka, memahaminya sebagai krisis sosial, budaya, dan moral, dan menjadi pendiri filosofi krisis. Filosofi krisis dipahami sebagai kompleks konvensional pertanyaan dan jawaban yang menunjukkan vektor pemikiran dan bidang-bidang problematiknya.
Mengapa penting
Perbandingan ini mengungkapkan bahwa Tchaadaev dan para pemikir Renaisans Bengal berfungsi sebagai "pemikir problematik" yang mengartikulasikan "filosofi krisis" sebagai respons terhadap tekanan transformatif modernisasi. Karakteristik bersama mereka terletak pada persepsi era mereka sebagai krisis mendalam yang mencakup dimensi sosial, budaya, dan moral, serta pada perumusan pertanyaan yang mendefinisikan ulang lanskap intelektual. Karya Tchaadaev memulai epoch baru pemikiran religius dan sosial di Rusia, sementara para pemikir Bengal, melalui keterlibatan kritis mereka dengan tradisi, sejarah, dan identitas peradaban, memicu renaisans nasional-kultural di India. Paralel tipologis ini menegaskan peran filosofi yang digerakkan oleh krisis dalam membentuk epoch intelektual di berbagai konteks budaya.
Siapa yang sebaiknya membaca
Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.
Membuka konten member…