Editorial Kedokteran & Kesehatan
Open AccessOA2025
Epidemiologi Multiple Sclerosis: Estimasi Global, Regional, Nasional, dan Sub-Nasional serta Proyeksi Masa Depan
Penelitian ini menganalisis beban global multiple sclerosis menggunakan data GBD 2021, mengungkap 1,89 juta kasus prevalen dan 62.000 kasus baru pada 2021, dengan prevalensi tertinggi di Amerika Utara dan Eropa Barat. Faktor sosio-demografis memprediksi prevalensi, dan disparitas sub-nasional ada di dalam negara seperti AS.
G. Khan; M. J. Hashimยท Journal of Epidemiology and Global Healthยท 2025ยท DOI 10.1007/s44197-025-00353-6
Masalah inti
Multiple sclerosis (MS) adalah penyakit kronis yang dimediasi sistem imun pada sistem saraf pusat dengan etiologi kompleks yang melibatkan faktor genetik dan lingkungan. Beban global MS terus meningkat, tetapi penilaian komprehensif terhadap epidemiologinya di berbagai tingkat geografis sangat penting untuk menginformasikan kebijakan kesehatan dan alokasi sumber daya. Penelitian ini bertujuan menilai beban MS global, regional, nasional, dan sub-nasional dari 1990 hingga 2021 serta memprediksi tren masa depan. Memahami distribusi dan faktor risiko MS sangat krusial untuk mengatasi disparitas layanan kesehatan dalam diagnosis dini, akses pengobatan, dan layanan sosial.
Inovasi
Penelitian ini memanfaatkan data dari Global Burden of Disease (GBD) Study 2021 untuk menganalisis epidemiologi MS dari 1990 hingga 2021. Studi GBD menyediakan estimasi komprehensif prevalensi, insidensi, disability-adjusted life-years (DALYs), dan mortalitas untuk berbagai penyakit di 204 negara dan wilayah. Selain itu, data dari World Bank digunakan untuk menentukan prediktor sosio-demografis prevalensi MS. Analisis multivariat dilakukan untuk mengidentifikasi asosiasi antara prevalensi MS dan faktor sosio-demografis seperti tingkat pendapatan, pendidikan, dan urbanisasi. Data tingkat sub-nasional dari Amerika Serikat dianalisis untuk memeriksa disparitas regional di dalam negara tersebut.
Pendahuluan
Multiple sclerosis (MS) adalah penyakit kronis yang dimediasi sistem imun pada sistem saraf pusat dengan etiologi kompleks yang melibatkan faktor genetik dan lingkungan. Beban global MS terus meningkat, tetapi penilaian komprehensif terhadap epidemiologinya di berbagai tingkat geografis sangat penting untuk menginformasikan kebijakan kesehatan dan alokasi sumber daya. Penelitian ini bertujuan menilai beban MS global, regional, nasional, dan sub-nasional dari 1990 hingga 2021 serta memprediksi tren masa depan. Memahami distribusi dan faktor risiko MS sangat krusial untuk mengatasi disparitas layanan kesehatan dalam diagnosis dini, akses pengobatan, dan layanan sosial.
Mengapa penting
Temuan ini menunjukkan beban global MS yang terus tumbuh, dengan variasi regional dan nasional yang mencolok. Prevalensi yang lebih tinggi di Amerika Utara dan Eropa Barat mungkin disebabkan oleh kombinasi kerentanan genetik, faktor lingkungan (seperti defisiensi vitamin D dan infeksi virus Epstein-Barr), serta kapasitas diagnostik yang lebih baik. Prediktor sosio-demografis yang diidentifikasi melalui analisis multivariat menunjukkan bahwa tingkat pendapatan dan pendidikan yang lebih tinggi berasosiasi dengan prevalensi MS yang meningkat, kemungkinan karena kesadaran dan akses layanan kesehatan yang lebih besar. Disparitas sub-nasional di dalam AS menyoroti kebutuhan akan intervensi yang ditargetkan dan alokasi sumber daya. Untuk mengurangi beban global MS, penting untuk memahami distribusi dan faktor risiko MS serta mengatasi disparitas layanan kesehatan dalam diagnosis dini, akses pengobatan, dan layanan sosial. Proyeksi masa depan menunjukkan peningkatan prevalensi MS yang berkelanjutan, menekankan urgensi strategi kesehatan publik yang komprehensif.
Siapa yang sebaiknya membaca
Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.
Membuka konten memberโฆ