Editorial Fisika & Matematika
Open AccessOA2025
Sifat emergen dan tantangan karakterisasi multiskala dalam fisika materi terkondensasi, dari kristal hingga material kompleks: sebuah tinjauan
Tinjauan ini membahas keterbatasan pendekatan fisika materi terkondensasi tradisional untuk material kompleks dan menyoroti strategi eksperimental dan komputasional yang muncul untuk memetakan struktur dan dinamika lintas skala. Tinjauan ini menekankan peran teknik multimodal dan machine learning dalam menghubungkan struktur dengan fungsi pada sistem hierarkis.
Elisabetta Nocerino· Journal of Physics D: Applied Physics· 2025· DOI 10.1088/1361-6463/ae0344
Masalah inti
Fisika materi terkondensasi secara tradisional berfokus pada padatan kristalin ideal, di mana simetri, keteraturan, dan struktur elektronik menyediakan kerangka yang kokoh untuk memahami sifat-sifatnya. Namun, banyak material modern—seperti sistem hierarkis, lunak, dan biologis—menunjukkan perilaku emergen yang tidak dapat dijelaskan dengan mempelajari konstituen individual secara terpisah. Perilaku ini muncul dari interaksi kompleks lintas berbagai skala panjang dan waktu, sehingga menimbulkan tantangan mendasar: bagaimana mengarakterisasi dan memodelkan organisasi multiskala semacam itu. Tinjauan ini menjawab tantangan tersebut dengan mengeksplorasi bagaimana strategi eksperimental dan komputasional yang muncul sedang mendefinisikan ulang kemampuan kita untuk menyelidiki dan memahami material kompleks.
Inovasi
Tinjauan ini menyintesis kemajuan terkini dalam teknik eksperimental maupun komputasional. Metode eksperimental mencakup pendekatan multimodal yang menggabungkan hamburan, pencitraan, dan spektroskopi untuk memetakan keteraturan struktural dan dinamika lintas skala. Teknik spesifik yang disorot adalah tomografi tensor hamburan sudut kecil, pencitraan medan gelap, dan spektroskopi ultracepat, yang menawarkan resolusi spasiotemporal yang belum pernah ada sebelumnya. Dari sisi komputasional, pendekatan machine learning seperti graph neural network, neural operator, dan model berbasis fisika dibahas karena kemampuannya menghubungkan skala yang berbeda dan mengungkap korelasi tersembunyi dalam data berdimensi tinggi. Tinjauan ini kemungkinan juga menyajikan studi kasus dan analisis komparatif untuk mengilustrasikan integrasi metode-metode tersebut.
Pendahuluan
Fisika materi terkondensasi secara tradisional berfokus pada padatan kristalin ideal, di mana simetri, keteraturan, dan struktur elektronik menyediakan kerangka yang kokoh untuk memahami sifat-sifatnya. Namun, banyak material modern—seperti sistem hierarkis, lunak, dan biologis—menunjukkan perilaku emergen yang tidak dapat dijelaskan dengan mempelajari konstituen individual secara terpisah. Perilaku ini muncul dari interaksi kompleks lintas berbagai skala panjang dan waktu, sehingga menimbulkan tantangan mendasar: bagaimana mengarakterisasi dan memodelkan organisasi multiskala semacam itu. Tinjauan ini menjawab tantangan tersebut dengan mengeksplorasi bagaimana strategi eksperimental dan komputasional yang muncul sedang mendefinisikan ulang kemampuan kita untuk menyelidiki dan memahami material kompleks.
Mengapa penting
Tinjauan ini berargumen bahwa untuk menjawab Grand Challenge dalam memahami dan merekayasa arsitektur multiskala diperlukan pergeseran paradigma dari pendekatan reduksionis tradisional menuju metodologi terpadu yang multiskala. Tinjauan ini membahas potensi teknik-teknik yang muncul untuk mentransformasi ilmu material, memungkinkan perancangan material fungsional generasi berikutnya, teknologi adaptif, dan pemahaman yang lebih mendalam tentang sistem biologis. Tantangan masih tetap ada, termasuk kebutuhan akan integrasi lebih lanjut antara data eksperimental dan komputasional, standardisasi, dan skalabilitas. Meskipun demikian, konvergensi karakterisasi multimodal dan machine learning menjanjikan untuk mengurai kompleksitas fenomena emergen dalam fisika materi terkondensasi.
Siapa yang sebaiknya membaca
Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.
Membuka konten member…