Jadwal Sholat

Memuat jadwal sholat…

Editorial Pertanian & Lingkungan

Open AccessOA2023

Editorial: Validasi genetik dan perannya dalam perbaikan tanaman

Editorial dari Frontiers in Genetics ini menguraikan bagaimana validasi genetik menjembatani penemuan gen dan perbaikan tanaman, dengan menekankan integrasi alat genomik, fenotipe, dan uji multi-lingkungan untuk menghasilkan kultivar berdaya hasil tinggi yang tahan iklim.
Ahmed Sallam; A. Alqudah; P. Baenziger; A. Rasheed· Frontiers in Genetics· 2023· DOI 10.3389/fgene.2022.1078246

Masalah inti

Perbaikan tanaman bergantung pada identifikasi dan validasi varian genetik yang mengendalikan sifat penting secara agronomis. Kemajuan dalam sekuensing dan genotipe berdaya tinggi telah menghasilkan daftar gen kandidat yang sangat besar, namun penerjemahan temuan ini menjadi kultivar yang lebih baik masih menjadi hambatan. Validasi genetik—proses mengonfirmasi bahwa gen atau wilayah genomik tertentu secara kausal memengaruhi suatu sifat—sangat penting untuk memprioritaskan target pemuliaan. Editorial ini, yang ditulis oleh Sallam, Alqudah, Baenziger, dan Rasheed, serta diterbitkan di Frontiers in Genetics, berargumen bahwa alur validasi yang kokoh sangat penting bagi pertanian berkelanjutan. Para penulis menekankan bahwa validasi harus mencakup berbagai lingkungan, latar belakang genetik, dan tahun untuk memastikan reproduktifitas dan relevansi. Mereka menyerukan integrasi genomik fungsional, fenotipe yang presisi, dan genetika statistik untuk beralih dari korelasi ke kausalitas. Editorial ini menjadi pengantar bagi kumpulan studi yang mencontohkan prinsip-prinsip tersebut pada berbagai tanaman.

Inovasi

Editorial ini menyintesis pendekatan metodologis untuk validasi genetik, dengan mengacu pada kontribusi dari topik penelitian. Strategi utama meliputi:

- **Pemetaan pautan dan studi asosiasi**: Studi asosiasi genom-wide (GWAS) dan populasi pemetaan biparental mengidentifikasi lokus sifat kuantitatif (QTL). Validasi memerlukan populasi independen dan replikasi.
- **Validasi fungsional**: Pengeditan gen (misalnya, CRISPR/Cas9), pendekatan transgenik, dan analisis mutan mengonfirmasi fungsi gen. Untuk tanaman poliploid, efek dosis dan redundansi homeolog mempersulit validasi.
- **Uji multi-lingkungan (MET)**: Validasi fenotipe di berbagai lokasi dan tahun menggunakan model campuran, misalnya,

, dengan adalah efek genotipe, efek lingkungan, dan interaksinya.
- **Prediksi genomik**: Validasi silang dalam dan antar populasi memperkirakan kemampuan prediktif,
, untuk menilai portabilitas efek penanda.
- **Fenotipe berdaya tinggi**: Kendaraan udara tak berawak (UAV), sensor spektral, dan platform otomatis memberikan pengukuran sifat yang presisi dan dapat diulang.

Editorial ini menekankan bahwa validasi bersifat iteratif: gen kandidat dari alur penemuan diuji pada plasma nutfah yang beragam, dan penanda yang tervalidasi digunakan dalam seleksi berbantuan penanda (MAS) atau seleksi genomik (GS).

Pendahuluan
Perbaikan tanaman bergantung pada identifikasi dan validasi varian genetik yang mengendalikan sifat penting secara agronomis. Kemajuan dalam sekuensing dan genotipe berdaya tinggi telah menghasilkan daftar gen kandidat yang sangat besar, namun penerjemahan temuan ini menjadi kultivar yang lebih baik masih menjadi hambatan. Validasi genetik—proses mengonfirmasi bahwa gen atau wilayah genomik tertentu secara kausal memengaruhi suatu sifat—sangat penting untuk memprioritaskan target pemuliaan. Editorial ini, yang ditulis oleh Sallam, Alqudah, Baenziger, dan Rasheed, serta diterbitkan di Frontiers in Genetics, berargumen bahwa alur validasi yang kokoh sangat penting bagi pertanian berkelanjutan. Para penulis menekankan bahwa validasi harus mencakup berbagai lingkungan, latar belakang genetik, dan tahun untuk memastikan reproduktifitas dan relevansi. Mereka menyerukan integrasi genomik fungsional, fenotipe yang presisi, dan genetika statistik untuk beralih dari korelasi ke kausalitas. Editorial ini menjadi pengantar bagi kumpulan studi yang mencontohkan prinsip-prinsip tersebut pada berbagai tanaman.

Mengapa penting

Para penulis membahas tantangan dan arah ke depan:

- **Interaksi genotipe-lingkungan (GEI)**: GEI mengurangi portabilitas penanda tervalidasi. Validasi multi-lingkungan dan envirotyping diperlukan untuk membedah GEI.
- **Poliploidi dan variasi struktural**: Pada gandum dan poliploid lainnya, gen homeolog dan varian struktural besar mempersulit validasi. Sekuensing long-read dan pangenom dapat menyelesaikan kompleksitas ini.
- **Hambatan fenotipe**: Meskipun ada kemajuan, fenotipe berdaya tinggi yang akurat untuk sifat akar, efisiensi penggunaan nutrisi, dan ketahanan terhadap cekaman masih terbatas.
- **Integrasi data**: Menggabungkan multi-omik (genomik, transkriptomik, metabolomik) dengan data lapangan memerlukan kerangka statistik yang kokoh dan pembelajaran mesin.
- **Kesetaraan dan kapasitas**: Infrastruktur validasi tersebar tidak merata; kolaborasi internasional dan alat sumber terbuka sangat penting.

Editorial ini menyimpulkan bahwa validasi genetik bukanlah eksperimen sekali jalan melainkan siklus penemuan, validasi, dan penerapan yang berkelanjutan. Editorial ini menyerukan upaya seluruh komunitas untuk menstandarkan kriteria validasi, berbagi data, dan melatih generasi berikutnya ilmuwan tanaman. Pada akhirnya, genetika yang tervalidasi akan mempercepat penyediaan tanaman cerdas iklim kepada petani.

Siapa yang sebaiknya membaca

Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.

Membuka konten member…