Editorial Ilmu Komputer & AI
Open AccessOA2022
Prediksi Penyakit Alzheimer Tahap Awal Menggunakan Model Machine Learning
Penelitian ini menerapkan model machine learning untuk memprediksi penyakit Alzheimer tahap awal menggunakan dataset OASIS, mencapai akurasi 83% dengan voting classifier. Skema klasifikasi yang diusulkan dapat membantu klinisi dalam diagnosis dini, berpotensi menurunkan angka kematian.
C. Kavitha; V. Mani; S. R. Srividhya; O. I. Khalaf; Carlos Andrรฉs Tavera Romeroยท Frontiers in Public Healthยท 2022ยท DOI 10.3389/fpubh.2022.853294
Masalah inti
Penyakit Alzheimer (AD) adalah penyebab utama demensia pada orang dewasa lanjut usia, ditandai oleh perubahan neurodegeneratif yang mengganggu memori dan fungsi. Seiring populasi yang menua, insidensi AD meningkat secara mengkhawatirkan, menimbulkan beban sosial, finansial, dan ekonomi yang besar bagi individu, keluarga, dan sistem kesehatan. AD tahap awal sangat sulit diprediksi, namun pengobatan dini lebih efektif dan menimbulkan kerusakan lebih sedikit dibandingkan intervensi pada tahap lanjut. Penelitian ini mengeksplorasi penerapan machine learning (ML) untuk memprediksi AD tahap awal, dengan tujuan menyediakan alat bagi klinisi untuk diagnosis dan intervensi yang tepat waktu.
Inovasi
Penelitian ini memanfaatkan dataset Open Access Series of Imaging Studies (OASIS) untuk memprediksi penyakit Alzheimer. Beberapa teknik machine learning digunakan, termasuk Decision Tree, Random Forest, Support Vector Machine (SVM), Gradient Boosting, dan Voting classifier. Model-model ini dilatih dan dievaluasi untuk mengidentifikasi parameter terbaik bagi prediksi AD. Kinerja diukur menggunakan metrik seperti Precision, Recall, Accuracy, dan -score. Skema klasifikasi yang diusulkan menggabungkan model-model ini untuk meningkatkan kinerja prediksi.
Pendahuluan
Penyakit Alzheimer (AD) adalah penyebab utama demensia pada orang dewasa lanjut usia, ditandai oleh perubahan neurodegeneratif yang mengganggu memori dan fungsi. Seiring populasi yang menua, insidensi AD meningkat secara mengkhawatirkan, menimbulkan beban sosial, finansial, dan ekonomi yang besar bagi individu, keluarga, dan sistem kesehatan. AD tahap awal sangat sulit diprediksi, namun pengobatan dini lebih efektif dan menimbulkan kerusakan lebih sedikit dibandingkan intervensi pada tahap lanjut. Penelitian ini mengeksplorasi penerapan machine learning (ML) untuk memprediksi AD tahap awal, dengan tujuan menyediakan alat bagi klinisi untuk diagnosis dan intervensi yang tepat waktu.
Mengapa penting
Temuan ini menunjukkan bahwa model machine learning, khususnya metode ensemble seperti voting classifier, dapat secara efektif memprediksi penyakit Alzheimer tahap awal. Akurasi tinggi yang dicapai (83%) menyoroti potensi algoritma ini untuk membantu klinisi membuat diagnosis dini. Deteksi dini sangat penting karena memungkinkan pengobatan yang lebih efektif dengan efek samping lebih sedikit, yang pada akhirnya berkontribusi pada penurunan angka kematian tahunan terkait AD. Skema klasifikasi yang diusulkan menawarkan alat yang menjanjikan bagi tenaga kesehatan, meskipun validasi lebih lanjut pada dataset yang lebih besar dan beragam direkomendasikan.
Siapa yang sebaiknya membaca
Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.
Membuka konten memberโฆ