Editorial Fisika & Matematika
Open AccessOA2023
Apakah kesejahteraan psikoemosional siswa Spanyol memengaruhi literasi matematika mereka? Bukti dari PISA 2018
Penelitian ini mengkaji dampak kesejahteraan psikoemosional terhadap literasi matematika pada siswa Spanyol berusia 15 tahun menggunakan data PISA 2018. Hasilnya menunjukkan bahwa resiliensi, motivasi, daya saing, persepsi kerja sama, dan keterhubungan sosial dengan orang tua berpengaruh positif terhadap literasi matematika, sedangkan perundungan, konsep diri fisik, makna hidup, dan persepsi daya saing di sekolah berdampak negatif.
D. Molina-Muñoz; José Miguel Contreras-García; E. Molina-Portillo· Frontiers in Psychology· 2023· DOI 10.3389/fpsyg.2023.1196529
Masalah inti
Literasi matematika siswa Spanyol tertinggal dibandingkan siswa di negara-negara tetangga, sehingga mendorong minat untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian sebelumnya sering berfokus pada variabel sosioekonomi atau terkait sekolah, dan mengabaikan aspek psikologis dan emosional. Penelitian ini mengisi celah tersebut dengan menganalisis bagaimana karakteristik psikoemosional siswa Spanyol memengaruhi literasi matematika mereka, menggunakan data dari PISA 2018.
Inovasi
Penelitian ini menerapkan model regresi multilevel pada sampel Spanyol PISA 2018, yang mencakup 35.943 siswa berusia 15 tahun. Instrumen pengumpulan data meliputi tes literasi matematika dan kuesioner kontekstual tentang situasi pribadi dan kesejahteraan siswa. Variabel terikat adalah literasi matematika, yang diukur melalui plausible values PISA. Variabel bebas adalah indeks kesejahteraan psikoemosional yang berasal dari informasi kontekstual. Pendekatan multilevel memperhitungkan struktur hierarkis data (siswa yang tersarang di dalam sekolah).
Pendahuluan
Literasi matematika siswa Spanyol tertinggal dibandingkan siswa di negara-negara tetangga, sehingga mendorong minat untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian sebelumnya sering berfokus pada variabel sosioekonomi atau terkait sekolah, dan mengabaikan aspek psikologis dan emosional. Penelitian ini mengisi celah tersebut dengan menganalisis bagaimana karakteristik psikoemosional siswa Spanyol memengaruhi literasi matematika mereka, menggunakan data dari PISA 2018.
Mengapa penting
Temuan ini menyoroti pentingnya kesejahteraan psikoemosional dalam membentuk literasi matematika. Resiliensi dan motivasi merupakan aset utama, sedangkan perundungan dan persepsi diri yang negatif bersifat merugikan. Peran positif keterhubungan sosial dengan orang tua dan persepsi kerja sama menunjukkan bahwa lingkungan yang mendukung meningkatkan pembelajaran. Menariknya, persepsi daya saing di sekolah berdampak negatif, kemungkinan karena stres, sedangkan daya saing individual bersifat positif. Hasil ini menyiratkan bahwa intervensi yang menyasar faktor emosional dan sosial dapat meningkatkan hasil matematika di Spanyol.
Siapa yang sebaiknya membaca
Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.
Membuka konten member…