Editorial Ilmu Komputer & AI
Open AccessOA2024
Digitalisasi dan Keamanan Siber: Menuju Kerangka Kerja Operasional
Artikel ini mengkaji persinggungan antara digitalisasi dan keamanan siber, serta mengusulkan kerangka kerja bottom-up baru berbasis model Plan-Do-Check untuk membantu UKM menerapkan langkah-langkah keamanan siber secara efektif.
Bilgin Metin; F. รzhan; M. Wynnยท Electronicsยท 2024ยท DOI 10.3390/electronics13214226
Masalah inti
Seiring semakin banyaknya bisnis yang mengadopsi proses dan solusi digital untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas, mereka menghadapi ancaman keamanan siber yang semakin tinggi. Artikel ini membahas persinggungan antara digitalisasi dan keamanan siber, dengan fokus pada tantangan yang dihadapi usaha kecil dan menengah (UKM) dalam menerapkan langkah-langkah keamanan siber yang efektif. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi metodologi dan alat untuk asesmen keamanan siber, faktor-faktor yang memengaruhi adopsi langkah-langkah keamanan siber, serta faktor keberhasilan kritis untuk implementasinya. Studi ini juga memperkenalkan konsep kategori proses tata kelola keamanan siber untuk mengklasifikasikan faktor-faktor tersebut.
Inovasi
Studi ini menggunakan tinjauan literatur sistematis dan pendekatan pengembangan konsep. Studi ini menyintesis penelitian yang ada tentang digitalisasi dan keamanan siber, dengan penekanan khusus pada UKM. Tinjauan ini mengidentifikasi standar keamanan informasi yang berlaku saat ini dan keterbatasannya, terutama terkait teknologi yang sedang berkembang seperti Internet of Things (IoT), blockchain, dan artificial intelligence (AI). Fase pengembangan konsep menghasilkan proposal kerangka kerja baru berbasis model Plan-Do-Check, yang disusun berdasarkan kategori proses tata kelola keamanan siber dan tiga pilar inti: tata kelola, budaya, dan standar.
Pendahuluan
Seiring semakin banyaknya bisnis yang mengadopsi proses dan solusi digital untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas, mereka menghadapi ancaman keamanan siber yang semakin tinggi. Artikel ini membahas persinggungan antara digitalisasi dan keamanan siber, dengan fokus pada tantangan yang dihadapi usaha kecil dan menengah (UKM) dalam menerapkan langkah-langkah keamanan siber yang efektif. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi metodologi dan alat untuk asesmen keamanan siber, faktor-faktor yang memengaruhi adopsi langkah-langkah keamanan siber, serta faktor keberhasilan kritis untuk implementasinya. Studi ini juga memperkenalkan konsep kategori proses tata kelola keamanan siber untuk mengklasifikasikan faktor-faktor tersebut.
Mengapa penting
Artikel ini membahas implikasi kerangka kerja yang diusulkan bagi para profesional TI dan peneliti. Bagi profesional TI, kerangka kerja ini berfungsi sebagai panduan operasional untuk menerapkan langkah-langkah keamanan siber di UKM. Bagi peneliti, kerangka kerja ini memberikan dasar untuk penelitian selanjutnya di bidang tata kelola keamanan siber. Studi ini menyoroti pentingnya tata kelola, budaya, dan standar sebagai pilar untuk implementasi keamanan siber yang efektif. Pendekatan bottom-up dinilai lebih cocok untuk UKM karena memungkinkan skalabilitas dan kustomisasi berdasarkan risiko dan sumber daya yang spesifik. Kerangka kerja ini diposisikan sebagai kontribusi berharga bagi diskursus yang sedang berlangsung tentang digitalisasi dan keamanan siber.
Siapa yang sebaiknya membaca
Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.
Membuka konten memberโฆ