Editorial Ilmu Sosial
Open AccessOA2022
Politik warisan digital dari perspektif sosiologi relasional: kasus budaya Nüshu di Tiongkok
Penelitian ini mengusulkan kerangka sosiologi relasional, yang terinspirasi oleh Guanxi Tiongkok dan John Dewey, untuk menganalisis pembentukan warisan digital. Melalui studi kasus netnografi budaya Nüshu, penelitian ini mengungkap hubungan dinamis antara produsen warisan dan proses pembentukan warisan.
C. Morgner; Xi-Huan Hu; Mariko Ikeda; Peeter Selg· International Review of Sociology· 2022· DOI 10.1080/03906701.2022.2089614
Masalah inti
Teori wacana saat ini mengakui bahwa pembentukan warisan melibatkan hubungan kompleks yang menyusun pembentukan ini, namun belum ada penjelasan teoretis yang sistematis tentang bagaimana hubungan-hubungan ini hidup berdampingan, memediasi, dan mentransformasi pembentukan warisan. Penelitian ini menjawab kesenjangan tersebut dengan mengusulkan kerangka konseptual baru yang mensistematisasi dan memahami dinamika kompleks politik warisan budaya di Tiongkok. Kerangka ini mengambil inspirasi dari sarjana Tiongkok yang telah mengeksplorasi relevansi Guanxi di luar konteks bisnis langsungnya, mengintegrasikan wawasan tersebut dengan sosiologi relasional. Penelitian ini berfokus pada pembentukan warisan digital, menggunakan kasus Nüshu, bahasa dan budaya dominan di desa-desa di perbatasan barat daya Provinsi Hunan, Tiongkok. Tujuannya adalah mengembangkan perspektif relasional yang lebih dinamis yang mengakui mutualitas produsen warisan dan proses pembentukan warisan.
Inovasi
Penelitian ini menggunakan netnografi untuk menganalisis berbagai akun dan situs web daring yang menjadi bagian dari proses pembentukan warisan. Materi digital yang kaya dimanfaatkan, termasuk kompetisi daring, percakapan atau komentar virtual, dan sertifikat digital. Pendekatan metodologis ini memungkinkan pemeriksaan mendalam terhadap interaksi dan hubungan yang membentuk pembentukan warisan digital. Analisis netnografi ini didasarkan pada kerangka sosiologi relasional yang bersumber dari karya John Dewey, yang menyediakan lensa teoretis untuk menafsirkan data digital. Dengan berfokus pada ranah daring, penelitian ini menangkap sifat dinamis dan termediasi dari pembentukan warisan di era digital.
Pendahuluan
Teori wacana saat ini mengakui bahwa pembentukan warisan melibatkan hubungan kompleks yang menyusun pembentukan ini, namun belum ada penjelasan teoretis yang sistematis tentang bagaimana hubungan-hubungan ini hidup berdampingan, memediasi, dan mentransformasi pembentukan warisan. Penelitian ini menjawab kesenjangan tersebut dengan mengusulkan kerangka konseptual baru yang mensistematisasi dan memahami dinamika kompleks politik warisan budaya di Tiongkok. Kerangka ini mengambil inspirasi dari sarjana Tiongkok yang telah mengeksplorasi relevansi Guanxi di luar konteks bisnis langsungnya, mengintegrasikan wawasan tersebut dengan sosiologi relasional. Penelitian ini berfokus pada pembentukan warisan digital, menggunakan kasus Nüshu, bahasa dan budaya dominan di desa-desa di perbatasan barat daya Provinsi Hunan, Tiongkok. Tujuannya adalah mengembangkan perspektif relasional yang lebih dinamis yang mengakui mutualitas produsen warisan dan proses pembentukan warisan.
Mengapa penting
Penelitian ini berkontribusi pada penjelasan sosiologis tentang pembentukan warisan di Tiongkok dan pada teori sosiologi relasional yang lebih umum. Dengan mengintegrasikan Guanxi dengan sosiologi relasional Dewey, kerangka yang diusulkan menawarkan cara sistematis untuk memahami dinamika kompleks politik warisan budaya. Temuan ini menunjukkan bahwa pembentukan warisan secara inheren bersifat relasional, melibatkan interaksi dan negosiasi yang berkelanjutan di antara berbagai pemangku kepentingan. Perspektif relasional ini menantang pandangan statis dan esensialis tentang warisan, dan sebaliknya menekankan sifat cair dan prosesual dari pembentukan warisan. Kasus Nüshu menggambarkan bagaimana teknologi digital memfasilitasi bentuk-bentuk relasionalitas baru, memungkinkan produsen warisan untuk terhubung, berkolaborasi, dan memperdebatkan makna. Penelitian ini menyerukan penelitian lebih lanjut yang menerapkan kerangka relasional ini pada konteks warisan lain, baik di Tiongkok maupun di luar Tiongkok.
Siapa yang sebaiknya membaca
Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.
Membuka konten member…