Editorial ilmu komputer
Open AccessOA2024
Perbedaan Penalaran Mekanis Mahasiswa Teknik
Penelitian ini menganalisis perbedaan penalaran mekanis di antara mahasiswa teknik di UNISKI, dan menemukan disparitas signifikan pada tuas, roda gigi, dan perkakas, tetapi tidak pada katrol, pegas, dan rangkaian listrik.
Firdaus Ms; Eddy Saudยท Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaranยท 2024ยท DOI 10.51574/jrip.v4i3.2180
Masalah inti
Bakat teknik, khususnya penalaran mekanis, merupakan kompetensi kritis bagi mahasiswa teknik. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan penalaran mekanis di antara mahasiswa teknik di Fakultas Teknik, Universitas Islam Ogan Komering Ilir (UNISKI), Kayuagung. Penelitian ini menjawab apakah mahasiswa dari disiplin teknik yang berbeda menunjukkan tingkat penalaran mekanis yang berbeda, yang dapat menjadi masukan bagi desain kurikulum dan strategi pengajaran. Penelitian ini berfokus pada dua kelompok: mahasiswa teknik mesin dan teknik sipil, dengan menggunakan instrumen terstandardisasi untuk menilai kemampuan penalaran mereka pada enam topik utama.
Inovasi
Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain cross-sectional. Partisipan dipilih melalui simple random sampling, menghasilkan 26 mahasiswa teknik mesin dan 36 mahasiswa teknik sipil. Instrumen yang digunakan adalah aptitude-mechanical reasoning test yang dikembangkan oleh Mackellar (2015), mencakup enam topik: 1) Tuas, 2) Katrol, 3) Roda gigi, 4) Pegas, 5) Rangkaian listrik sederhana, dan 6) Perkakas. Data dianalisis menggunakan model Rasch dengan aplikasi WINSTEP. Model Rasch memungkinkan evaluasi tingkat kesulitan item dan kemampuan orang pada skala logit yang sama, memberikan wawasan tentang perbedaan antar kelompok. Analisis berfokus pada perbandingan nilai t-hitung untuk setiap topik guna menentukan signifikansi statistik.
Pendahuluan
Bakat teknik, khususnya penalaran mekanis, merupakan kompetensi kritis bagi mahasiswa teknik. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan penalaran mekanis di antara mahasiswa teknik di Fakultas Teknik, Universitas Islam Ogan Komering Ilir (UNISKI), Kayuagung. Penelitian ini menjawab apakah mahasiswa dari disiplin teknik yang berbeda menunjukkan tingkat penalaran mekanis yang berbeda, yang dapat menjadi masukan bagi desain kurikulum dan strategi pengajaran. Penelitian ini berfokus pada dua kelompok: mahasiswa teknik mesin dan teknik sipil, dengan menggunakan instrumen terstandardisasi untuk menilai kemampuan penalaran mereka pada enam topik utama.
Mengapa penting
Perbedaan signifikan pada tuas, roda gigi, dan perkakas menunjukkan bahwa mahasiswa teknik mesin memiliki pemahaman yang lebih kuat tentang komponen mekanis yang berkaitan langsung dengan bidang studi mereka. Hal ini dapat disebabkan oleh mata kuliah khusus dan pelatihan praktis dalam sistem mekanis yang diterima mahasiswa teknik mesin. Sebaliknya, tidak adanya perbedaan signifikan pada katrol, pegas, dan rangkaian listrik menunjukkan bahwa topik-topik tersebut mungkin dibahas secara serupa di kedua program atau kurang ditekankan dalam kurikulum teknik mesin. Temuan ini sejalan dengan ekspektasi bahwa pelatihan spesifik disiplin meningkatkan penalaran pada area yang relevan. Kemampuan model Rasch untuk memisahkan tingkat kesulitan item dari kemampuan orang memberikan kerangka yang kokoh untuk perbandingan semacam ini. Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi perubahan longitudinal dan dampak intervensi kurikulum. Batasan penelitian ini meliputi ukuran sampel yang kecil dan satu institusi, yang dapat memengaruhi generalisasi.
Siapa yang sebaiknya membaca
Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.
Membuka konten memberโฆ