Jadwal Sholat

Memuat jadwal sholatโ€ฆ

Editorial Pertanian & Lingkungan

Open AccessOA2022

Determinan adopsi praktik pertanian cerdas iklim di kalangan petani di kawasan Bale-Eco, Ethiopia

Penelitian ini mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi adopsi dan intensitas berbagai praktik pertanian cerdas iklim (CSA) di antara 404 rumah tangga petani di Kawasan Bale-Eco, Ethiopia. Dengan menggunakan model probit multivariat dan probit terurut, penelitian ini menemukan bahwa praktik CSA saling melengkapi dan adopsinya didorong oleh faktor sosio-ekonomi, kelembagaan, dan karakteristik petak lahan.
Mebratu Negera; Tekie Alemu; F. Hagos; A. Haileslassieยท Heliyonยท 2022ยท DOI 10.1016/j.heliyon.2022.e09824

Masalah inti

Perubahan iklim menimbulkan ancaman signifikan terhadap sistem pertanian di negara berkembang, terutama memengaruhi petani kecil yang kurang memiliki kapasitas adaptasi. Praktik pertanian cerdas iklim (CSA) telah diakui secara luas sebagai alternatif yang menjanjikan dan berhasil untuk meminimalkan dampak buruk perubahan iklim. Namun, adopsinya di kalangan petani kecil masih rendah di negara berkembang, termasuk Ethiopia. Penelitian ini mengatasi kesenjangan tersebut dengan mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi adopsi dan tingkat adopsi berbagai praktik CSA di Kawasan Bale-Eco (BER) Ethiopia. Praktik CSA yang dikaji meliputi agronomi yang diperbaiki, konservasi tanah dan air, varietas tanaman tahan kekeringan berdaya hasil tinggi, irigasi skala kecil, pengelolaan penyakit, hama, dan gulma terpadu, serta pengelolaan kesuburan tanah terpadu. Memahami determinan adopsi sangat penting untuk merancang kebijakan dan intervensi yang efektif guna mendorong praktik CSA dan meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim.

Inovasi

Penelitian ini menggunakan data survei dari 404 rumah tangga petani di Kawasan Bale-Eco, Ethiopia. Untuk menganalisis adopsi simultan berbagai praktik CSA, diterapkan model probit multivariat. Model ini memperhitungkan potensi korelasi dalam keputusan adopsi antar berbagai praktik. Untuk mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi tingkat (intensitas) adopsi, digunakan model probit terurut. Variabel penjelas meliputi karakteristik sosio-ekonomi rumah tangga (usia kepala rumah tangga, pendidikan, luas lahan, nilai total aset rumah tangga), faktor kelembagaan (frekuensi kontak penyuluhan), persepsi petani (kesadaran akan perubahan iklim, pengalaman dengan guncangan iklim), dan karakteristik petak lahan (kesuburan petak, kemiringan, tingkat keparahan erosi tanah). Model-model tersebut memungkinkan identifikasi determinan signifikan baik untuk probabilitas mengadopsi setiap praktik CSA maupun jumlah praktik yang diadopsi.
Pendahuluan
Perubahan iklim menimbulkan ancaman signifikan terhadap sistem pertanian di negara berkembang, terutama memengaruhi petani kecil yang kurang memiliki kapasitas adaptasi. Praktik pertanian cerdas iklim (CSA) telah diakui secara luas sebagai alternatif yang menjanjikan dan berhasil untuk meminimalkan dampak buruk perubahan iklim. Namun, adopsinya di kalangan petani kecil masih rendah di negara berkembang, termasuk Ethiopia. Penelitian ini mengatasi kesenjangan tersebut dengan mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi adopsi dan tingkat adopsi berbagai praktik CSA di Kawasan Bale-Eco (BER) Ethiopia. Praktik CSA yang dikaji meliputi agronomi yang diperbaiki, konservasi tanah dan air, varietas tanaman tahan kekeringan berdaya hasil tinggi, irigasi skala kecil, pengelolaan penyakit, hama, dan gulma terpadu, serta pengelolaan kesuburan tanah terpadu. Memahami determinan adopsi sangat penting untuk merancang kebijakan dan intervensi yang efektif guna mendorong praktik CSA dan meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim.

Mengapa penting

Sifat saling melengkapi antar praktik CSA menunjukkan bahwa mendorong satu praktik dapat mendorong adopsi praktik lainnya, sehingga menciptakan efek pengganda. Ini berarti para pembuat kebijakan pertanian dan pelaksana CSA harus mengenali dan memanfaatkan sifat saling melengkapi ini untuk mengintensifkan adopsi di kalangan petani BER dan menyebarluaskan praktik CSA di bagian lain negara. Selain itu, pengaruh signifikan faktor sosio-ekonomi rumah tangga (misalnya usia, pendidikan, luas lahan, nilai aset), faktor kelembagaan (kontak penyuluhan), dan faktor petak lahan (kesuburan, kemiringan, erosi) menunjukkan bahwa kebijakan harus disesuaikan untuk mengatasi determinan tersebut. Misalnya, memperkuat layanan penyuluhan dan meningkatkan kesadaran tentang perubahan iklim dapat meningkatkan adopsi. Temuan penelitian ini memberikan bukti empiris untuk menginformasikan intervensi yang ditargetkan dengan mempertimbangkan beragam kebutuhan dan kendala petani kecil.

Siapa yang sebaiknya membaca

Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.

Membuka konten memberโ€ฆ