Editorial Fisika & Matematika
Open AccessOA2023
Merancang Gim Edukasi Matematika Interaktif dengan Metode Digital Game-Based Learning-Instructional Design (DGBL-ID)
Penelitian ini menerapkan metode DGBL-ID untuk merancang gim edukasi matematika interaktif bagi siswa sekolah dasar, dengan fokus pada tahap analisis dan desain agar selaras dengan kurikulum 2013. Desain yang dihasilkan menjadi panduan bagi pengembang untuk membuat gim yang memenuhi tujuan pembelajaran dan kebutuhan pengguna.
Rani Puspita Dhaniawaty; Sri Supatmi; Mia Fitriawatiยท Journal of Advanced Research in Applied Sciences and Engineering Technologyยท 2023ยท DOI 10.37934/araset.32.2.433438
Masalah inti
Gim edukasi semakin banyak digunakan sebagai media pendukung dalam proses belajar mengajar. Matematika, mata pelajaran fundamental di pendidikan dasar, sering memerlukan alat interaktif semacam itu untuk meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa. Namun, pengembangan gim edukasi yang efektif membutuhkan pendekatan desain yang sistematis yang memadukan prinsip pedagogis dengan mekanika gim. Metode Digital Game-Based Learning-Instructional Design (DGBL-ID) menawarkan kerangka kerja yang dirancang khusus untuk menciptakan gim edukasi yang dapat disesuaikan dengan materi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan membantu pengembang gim dalam merancang aplikasi gim matematika yang selaras dengan kurikulum 2013 yang saat ini diterapkan di Indonesia. Dengan berfokus pada fase analisis dan desain metode DGBL-ID, penelitian ini memberikan panduan terstruktur bagi pengembang untuk mengidentifikasi kebutuhan pengguna dan tujuan pembelajaran, sehingga gim yang dihasilkan bersifat edukatif sekaligus menarik.
Inovasi
Penelitian ini menggunakan metode DGBL-ID, pendekatan pengembangan gim edukasi yang menekankan keselarasan dengan konten instruksional. Metode DGBL-ID terdiri dari beberapa tahap, dan penelitian ini memusatkan perhatian pada fase analisis dan desain. Fase analisis melibatkan identifikasi karakteristik siswa sekolah dasar, tujuan pembelajaran matematika spesifik berdasarkan kurikulum 2013, dan persyaratan media interaktif. Fase desain menerjemahkan temuan tersebut menjadi dokumen desain gim yang menguraikan mekanika gim, integrasi konten, dan pertimbangan antarmuka pengguna. Metode ini memastikan bahwa desain gim tidak hanya menarik tetapi juga kokoh secara pedagogis, sehingga memudahkan pencapaian hasil pembelajaran. Penelitian ini tidak berlanjut ke pengembangan penuh atau evaluasi, tetapi memberikan cetak biru desain yang komprehensif yang dapat digunakan oleh pengembang gim.
Pendahuluan
Gim edukasi semakin banyak digunakan sebagai media pendukung dalam proses belajar mengajar. Matematika, mata pelajaran fundamental di pendidikan dasar, sering memerlukan alat interaktif semacam itu untuk meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa. Namun, pengembangan gim edukasi yang efektif membutuhkan pendekatan desain yang sistematis yang memadukan prinsip pedagogis dengan mekanika gim. Metode Digital Game-Based Learning-Instructional Design (DGBL-ID) menawarkan kerangka kerja yang dirancang khusus untuk menciptakan gim edukasi yang dapat disesuaikan dengan materi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan membantu pengembang gim dalam merancang aplikasi gim matematika yang selaras dengan kurikulum 2013 yang saat ini diterapkan di Indonesia. Dengan berfokus pada fase analisis dan desain metode DGBL-ID, penelitian ini memberikan panduan terstruktur bagi pengembang untuk mengidentifikasi kebutuhan pengguna dan tujuan pembelajaran, sehingga gim yang dihasilkan bersifat edukatif sekaligus menarik.
Mengapa penting
Penelitian ini menunjukkan bahwa metode DGBL-ID efektif dalam menyusun desain gim edukasi yang terkait erat dengan persyaratan kurikulum. Dengan berfokus pada tahap analisis dan desain, penelitian ini menyoroti pentingnya memahami karakteristik pengguna dan tujuan pembelajaran sebelum pengembangan. Desain yang dihasilkan menjawab kebutuhan akan gim edukasi matematika yang tidak hanya menyenangkan tetapi juga efektif dalam mengajarkan konsep matematika. Namun, penelitian ini terbatas pada fase desain; pekerjaan selanjutnya harus melibatkan pengembangan aktual dan pengujian empiris untuk memvalidasi efektivitas gim yang dirancang. Metode DGBL-ID menyediakan kerangka kerja yang dapat direplikasi dan diadaptasi untuk mata pelajaran dan jenjang pendidikan lain, mendorong pendekatan yang lebih sistematis dalam desain gim edukasi. Penelitian ini berkontribusi pada bidang ini dengan menawarkan contoh konkret bagaimana prinsip desain instruksional dapat diintegrasikan ke dalam pengembangan gim untuk pendidikan matematika.
Siapa yang sebaiknya membaca
Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.
Membuka konten memberโฆ