Editorial Ilmu Sosial
Open AccessOA2023
Mendekolonisasi Pengajaran dan Pembelajaran Antropologi: Sebuah Pendekatan Holistik
Panas Karampampas berargumen bahwa mendekolonisasi antropologi memerlukan pendekatan holistik yang memadukan metode yang berpusat pada mahasiswa, etika kerja lapangan, dan penelitian kolaboratif untuk mengatasi warisan kolonial dalam pengajaran dan pembelajaran.
Panas Karampampasยท Teaching Anthropologyยท 2023ยท DOI 10.22582/ta.v12i2.639
Masalah inti
Tugas mendekolonisasi antropologi belum selesai. Sebaliknya, ini adalah proses yang berkelanjutan, dan masa-masa terkini telah mengingatkan kita bahwa bukti masa kolonial masih dapat ditemukan di departemen antropologi (dan berpotensi direproduksi melalui pengajaran kita). Dalam artikel ini, saya berargumen untuk pendekatan holistik dalam mendekolonisasi pengajaran dan pembelajaran. Hal ini berbeda dengan upaya yang lebih terpisah untuk mendekolonisasi antropologi, misalnya, dalam penyertaan suara-suara yang sebelumnya ditekan.
Inovasi
Artikel ini menyajikan kerangka konseptual dan praktis, bukan penelitian empiris. Artikel ini menarik pada refleksi dan contoh penulis untuk mengusulkan repertoar strategi pedagogis. Ini termasuk metode yang berpusat pada mahasiswa, keterkaitan antara praktik kerja lapangan, praktik pengajaran dan etika, serta praktik mendorong mahasiswa untuk menempatkan tujuan dan sasaran lawan bicara mereka di pusat praktik antropologi. Penulis juga membahas tugas, latihan kerja lapangan, dan teknik pengajaran performatif yang membantu mahasiswa mengalami, bukan sekadar membahas, antropologi.
Pendahuluan
Tugas mendekolonisasi antropologi belum selesai. Sebaliknya, ini adalah proses yang berkelanjutan, dan masa-masa terkini telah mengingatkan kita bahwa bukti masa kolonial masih dapat ditemukan di departemen antropologi (dan berpotensi direproduksi melalui pengajaran kita). Dalam artikel ini, saya berargumen untuk pendekatan holistik dalam mendekolonisasi pengajaran dan pembelajaran. Hal ini berbeda dengan upaya yang lebih terpisah untuk mendekolonisasi antropologi, misalnya, dalam penyertaan suara-suara yang sebelumnya ditekan.
Mengapa penting
Penulis berargumen bahwa upaya terpisah untuk mendekolonisasi antropologi, seperti hanya menyertakan suara-suara yang sebelumnya ditekan, tidak memadai. Sebaliknya, pendekatan holistik diperlukan untuk mengatasi masa kolonial yang bertahan di departemen antropologi dan berpotensi direproduksi melalui pengajaran. Dengan memadukan metode yang berpusat pada mahasiswa, kerja lapangan yang etis, dan penelitian kolaboratif, mahasiswa dapat lebih memahami produksi pengetahuan antropologi dan terlibat dengan isu-isu kontemporer. Pendekatan ini tidak hanya mendekolonisasi pengajaran dan pembelajaran tetapi juga mempersiapkan mahasiswa untuk mempraktikkan antropologi yang relevan dan terlibat. Penulis menekankan bahwa dekolonisasi adalah proses yang berkelanjutan, yang memerlukan refleksi dan adaptasi terus-menerus dalam praktik pedagogis.
Siapa yang sebaiknya membaca
Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.
Membuka konten memberโฆ