Jadwal Sholat

Memuat jadwal sholatโ€ฆ

Editorial Hukum

Open AccessOA2024

Kejahatan siber dan hukum: Menjawab tantangan forensik digital dalam penyidikan pidana

Artikel ini mengkaji tantangan forensik digital dalam penyidikan pidana akibat meningkatnya kejahatan siber, dengan menyoroti kurangnya standar dan regulasi penanganan bukti digital yang menghambat penerimaannya di pengadilan. Artikel ini menekankan perlunya kolaborasi antara sektor hukum dan teknologi untuk menyusun norma dan proses yang terstandar.
Naeem Allah Rakhaยท Mexican Law Reviewยท 2024ยท DOI 10.22201/iij.24485306e.2024.2.18892

Masalah inti

Pesatnya penyebaran kejahatan siber telah menimbulkan tantangan signifikan bagi penyidikan pidana, khususnya di ranah forensik digital. Artikel ini membahas tantangan forensik digital dalam penyidikan pidana akibat meningkatnya kejahatan siber. Masalah utama yang diidentifikasi adalah kurangnya standar dan regulasi penanganan bukti digital, yang menghambat penerimaannya dalam proses pengadilan. Artikel ini meninjau studi yang ada tentang forensik digital, kerangka hukum, dan kejahatan siber untuk menemukan kemungkinan solusi. Pendahuluan ini menyiapkan panggung dengan menekankan pentingnya forensik digital dalam penyidikan pidana dan kebutuhan untuk menyusun aturan serta prosedur yang terstandar bagi pengelolaan bukti digital.

Inovasi

Artikel ini memakai pendekatan tinjauan pustaka, dengan menelaah studi yang ada tentang forensik digital, kerangka hukum, dan kejahatan siber. Metode ini memungkinkan analisis menyeluruh atas keadaan forensik digital saat ini dalam penyidikan pidana dan tantangan hukum yang terkait dengan bukti digital. Tinjauan ini menyintesis temuan dari berbagai sumber untuk mengidentifikasi celah dan mengusulkan solusi. Metodologi ini berfokus pada pemahaman persinggungan antara hukum dan teknologi, khususnya bagaimana sistem hukum saat ini menangani bukti digital dan di mana perbaikan diperlukan.
Pendahuluan
Pesatnya penyebaran kejahatan siber telah menimbulkan tantangan signifikan bagi penyidikan pidana, khususnya di ranah forensik digital. Artikel ini membahas tantangan forensik digital dalam penyidikan pidana akibat meningkatnya kejahatan siber. Masalah utama yang diidentifikasi adalah kurangnya standar dan regulasi penanganan bukti digital, yang menghambat penerimaannya dalam proses pengadilan. Artikel ini meninjau studi yang ada tentang forensik digital, kerangka hukum, dan kejahatan siber untuk menemukan kemungkinan solusi. Pendahuluan ini menyiapkan panggung dengan menekankan pentingnya forensik digital dalam penyidikan pidana dan kebutuhan untuk menyusun aturan serta prosedur yang terstandar bagi pengelolaan bukti digital.

Mengapa penting

Analisis ini menekankan pentingnya forensik digital dalam penyidikan pidana dan kebutuhan untuk menyusun aturan serta prosedur yang terstandar bagi pengelolaan bukti digital. Rekomendasi yang disajikan dalam artikel ini dapat membantu pembuat kebijakan dan aparat penegak hukum dalam merancang kerangka hukum yang mampu menghadapi kejahatan siber secara efektif. Pembahasan ini menunjukkan perlunya kerja sama interdisipliner, di mana para profesional hukum dan teknolog bekerja bersama untuk menciptakan norma yang menjamin integritas dan penerimaan bukti digital. Pembahasan ini juga menyarankan bahwa kerangka hukum saat ini tidak memadai untuk menangani sifat dinamis kejahatan siber, sehingga adaptasi dan perbaikan berkelanjutan diperlukan.

Siapa yang sebaiknya membaca

Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.

Membuka konten memberโ€ฆ