Jadwal Sholat

Memuat jadwal sholat…

Editorial Pendidikan

Open AccessOA2025

Menumbuhkan pemikir mandiri: Triad kecerdasan artifisial, taksonomi Bloom, dan berpikir kritis dalam pedagogi asesmen

Studi konseptual ini menelaah bagaimana AI generatif, taksonomi Bloom, dan berpikir kritis dapat digabungkan untuk merevolusi pedagogi asesmen dan mendorong pembelajaran mandiri. Studi ini berargumen untuk meninjau kembali taksonomi Bloom agar mencakup kefasihan AI dan literasi asesmen sebagai hal yang esensial untuk mengembangkan berpikir kritis di pendidikan tinggi.
A. Lubbe; Elma Marais; Donnavan Kruger· Education and Information Technologies : Official Journal of the IFIP technical committee on Education· 2025· DOI 10.1007/s10639-025-13476-x

Masalah inti

Integrasi kecerdasan artifisial generatif (Gen AI) ke dalam pendidikan menghadirkan peluang transformatif untuk membentuk ulang pedagogi asesmen. Gen AI, subset dari AI, unggul dalam tugas kreatif seperti seni, musik, penulisan, dan desain, menunjukkan kapasitasnya untuk menghasilkan konten orisinal lintas domain. Dalam pendidikan, teknologi AI—termasuk sistem tutor cerdas, chatbot, robot, dasbor analitik pembelajaran, sistem pembelajaran adaptif, dan asesmen otomatis—semakin banyak diintegrasikan untuk meningkatkan proses pendidikan. Namun, penggunaan Gen AI dalam tugas kreatif menimbulkan kekhawatiran tentang keaslian dan orisinalitas konten yang dihasilkan AI, khususnya terkait komponen kreativitas dalam taksonomi Bloom yang direvisi Krathwohl. Studi penelitian konseptual ini menyelidiki affordansi penggabungan Gen AI, taksonomi Bloom, dan berpikir kritis untuk mendukung pedagogi asesmen bagi pembelajaran mandiri. Studi ini mengidentifikasi celah dalam literatur mengenai rekonseptualisasi pedagogi asesmen untuk mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi dalam lanskap pendidikan tinggi Gen AI. Studi ini bertujuan membingkai ulang tingkat kognitif tinggi taksonomi Bloom untuk meningkatkan berpikir kritis dan pembelajaran mandiri di kalangan mahasiswa, dengan mendorong kefasihan AI dan literasi asesmen.

Inovasi

Studi ini menggunakan pendekatan penelitian konseptual, membumikan pembaca pada literatur yang ada sekaligus menetapkan arah untuk penelitian mendatang. Studi ini tidak bergantung pada pengumpulan data empiris, melainkan menyintesiskan perspektif teoretis tentang AI dalam pendidikan, taksonomi Bloom, dan berpikir kritis. Metodologi ini melibatkan tinjauan kritis literatur untuk mengidentifikasi celah dan mengusulkan rekonseptualisasi pedagogi asesmen. Dengan menelaah persinggungan Gen AI, taksonomi Bloom, dan berpikir kritis, studi ini mengembangkan kerangka kerja yang mengintegrasikan dimensi sosial, budaya, ekonomi, dan pedagogis AI dalam pendidikan. Para penulis berargumen bahwa penggabungan ini dapat merevolusi praktik asesmen dengan mendorong keterampilan kognitif tingkat tinggi yang diperlukan untuk otonomi belajar dalam konteks pembelajaran mandiri. Sifat konseptual studi ini memungkinkan perspektif yang berorientasi ke depan, menyarankan arah untuk penelitian empiris dan implementasi praktis di masa mendatang.
Pendahuluan
Integrasi kecerdasan artifisial generatif (Gen AI) ke dalam pendidikan menghadirkan peluang transformatif untuk membentuk ulang pedagogi asesmen. Gen AI, subset dari AI, unggul dalam tugas kreatif seperti seni, musik, penulisan, dan desain, menunjukkan kapasitasnya untuk menghasilkan konten orisinal lintas domain. Dalam pendidikan, teknologi AI—termasuk sistem tutor cerdas, chatbot, robot, dasbor analitik pembelajaran, sistem pembelajaran adaptif, dan asesmen otomatis—semakin banyak diintegrasikan untuk meningkatkan proses pendidikan. Namun, penggunaan Gen AI dalam tugas kreatif menimbulkan kekhawatiran tentang keaslian dan orisinalitas konten yang dihasilkan AI, khususnya terkait komponen kreativitas dalam taksonomi Bloom yang direvisi Krathwohl. Studi penelitian konseptual ini menyelidiki affordansi penggabungan Gen AI, taksonomi Bloom, dan berpikir kritis untuk mendukung pedagogi asesmen bagi pembelajaran mandiri. Studi ini mengidentifikasi celah dalam literatur mengenai rekonseptualisasi pedagogi asesmen untuk mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi dalam lanskap pendidikan tinggi Gen AI. Studi ini bertujuan membingkai ulang tingkat kognitif tinggi taksonomi Bloom untuk meningkatkan berpikir kritis dan pembelajaran mandiri di kalangan mahasiswa, dengan mendorong kefasihan AI dan literasi asesmen.

Mengapa penting

Pembahasan berpusat pada implikasi triad bagi pedagogi asesmen. Para penulis berargumen bahwa kapabilitas kreatif Gen AI menantang gagasan tradisional tentang orisinalitas dan keaslian, sehingga menuntut pergeseran dalam cara kita menilai keterampilan kognitif tingkat tinggi. Taksonomi Bloom, yang direvisi oleh Krathwohl, menyediakan kerangka kerja untuk mengategorikan proses kognitif, tetapi komponen kreativitasnya harus ditinjau kembali sejalan dengan konten yang dihasilkan AI. Studi ini mengusulkan bahwa kefasihan AI—kemampuan untuk memahami dan menggunakan AI secara kritis—dan literasi asesmen—kemampuan untuk merancang dan menafsirkan asesmen—sangat penting untuk mendorong berpikir kritis. Hal ini sejalan dengan tujuan pembelajaran mandiri, di mana mahasiswa menjadi pembelajar otonom yang mampu mengevaluasi dan menciptakan pengetahuan. Kerangka kerja konseptual ini mengintegrasikan dimensi sosial, budaya, ekonomi, dan pedagogis, mengakui bahwa AI dalam pendidikan bukan sekadar alat teknis melainkan kekuatan transformatif. Para penulis mendorong rekonseptualisasi pedagogi asesmen yang menanamkan berpikir kritis dan literasi AI di seluruh kurikulum. Mereka juga menyoroti perlunya penelitian lebih lanjut untuk menguji secara empiris kerangka kerja yang diusulkan dan mengeksplorasi penerapannya di berbagai konteks pendidikan yang beragam. Studi ini menyimpulkan dengan menekankan pentingnya mempersiapkan mahasiswa untuk dunia yang digerakkan AI, di mana berpikir kritis dan pembelajaran mandiri menjadi hal yang utama.

Siapa yang sebaiknya membaca

Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.

Membuka konten member…