Editorial Pertanian & Lingkungan
Open AccessOA2025
Desain komputasional untuk penelitian pertanian yang lebih partisipatif, berdampak, dan dinamis
Desain komputasional memadukan perangkat berbasis data dengan ilmu tanaman untuk mengusulkan dan mengevaluasi sistem pertanian alternatif, sehingga adaptasi terhadap tujuan sosial dapat berlangsung lebih cepat dan lebih murah. Pendekatan ini mendorong penelitian transdisipliner dan keterlibatan pemangku kepentingan, yang krusial untuk menghadapi tantangan iklim dan pasar.
Michael B. Kantar; Patrick Ewing; J. Banฤiฤ; Nathan Fumia; I. Garba; S. Jamshidi; J. Jannink; P. Jha; J. Jungers; Harsh Pathak; S. S. Paul; Barath Raghavan; B. Runck; Jasdeep Singh; Samikshya Subedi; Vijaya R. Joshi; Diane Wangยท Crop scienceยท 2025ยท DOI 10.1002/csc2.70034
Masalah inti
Sistem pertanian menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya akibat perubahan iklim dan permintaan pasar yang terus berkembang, sehingga pendekatan tradisional berbasis intuisi semakin tidak dapat diandalkan. Desain komputasional muncul sebagai metodologi transformatif yang memanfaatkan sistem berbasis data untuk mengusulkan dan mengevaluasi konfigurasi alternatif sistem pertanian. Berbeda dari pertanian digital, yang terutama menerapkan teknologi digital untuk meredam masalah yang sudah ada, desain komputasional memadukan pendekatan komputasi dan ilmu tanaman untuk merumuskan masalah secara baru. Edisi khusus ini menelaah bagaimana desain komputasional dapat mempercepat adaptasi sistem pertanian agar lebih memenuhi tujuan sosial dengan biaya lebih rendah. Dengan merentangkan disiplin dari pemuliaan hingga agronomi sistem budidaya, edisi ini menunjukkan potensinya untuk merevolusi penelitian dan praktik pertanian.
Inovasi
Para penulis menggunakan simposium pada sebuah konferensi ilmiah besar sebagai studi kasus untuk menggambarkan sifat transdisipliner desain komputasional. Kerangka ini memfasilitasi kolaborasi lintas bidang dalam ilmu tanaman, sehingga para peserta dapat bersama-sama menangani tantangan pertanian yang kompleks. Metodologi ini menekankan keterlibatan pemangku kepentingan melalui penggalian, formalisasi, dan evaluasi nilai serta pengalaman mereka. Dengan memadukan masukan kualitatif dan kuantitatif tersebut, desain komputasional menciptakan lingkar umpan balik yang menjadi dasar pengembangan konfigurasi sistem alternatif. Pendekatan partisipatif ini memastikan bahwa solusi yang diusulkan tidak hanya kokoh secara teknis, tetapi juga dapat diterima secara sosial dan relevan dengan konteks.
Pendahuluan
Sistem pertanian menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya akibat perubahan iklim dan permintaan pasar yang terus berkembang, sehingga pendekatan tradisional berbasis intuisi semakin tidak dapat diandalkan. Desain komputasional muncul sebagai metodologi transformatif yang memanfaatkan sistem berbasis data untuk mengusulkan dan mengevaluasi konfigurasi alternatif sistem pertanian. Berbeda dari pertanian digital, yang terutama menerapkan teknologi digital untuk meredam masalah yang sudah ada, desain komputasional memadukan pendekatan komputasi dan ilmu tanaman untuk merumuskan masalah secara baru. Edisi khusus ini menelaah bagaimana desain komputasional dapat mempercepat adaptasi sistem pertanian agar lebih memenuhi tujuan sosial dengan biaya lebih rendah. Dengan merentangkan disiplin dari pemuliaan hingga agronomi sistem budidaya, edisi ini menunjukkan potensinya untuk merevolusi penelitian dan praktik pertanian.
Mengapa penting
Temuan ini menegaskan peran penting desain komputasional dalam menangani tantangan besar seperti perubahan iklim dan pergeseran permintaan pasar. Dengan melampaui praktik berbasis intuisi, yang dapat gagal pada kondisi baru, desain komputasional menawarkan cara sistematis untuk menelusuri ruang konfigurasi pertanian yang sangat luas. Integrasi nilai pemangku kepentingan memastikan bahwa solusi selaras dengan kebutuhan sosial, sehingga meningkatkan peluang adopsi dan dampaknya. Namun, tantangan masih ada dalam memperbesar skala pendekatan ini dan memastikan akses yang setara terhadap data dan perangkat yang diperlukan. Penelitian selanjutnya perlu memusatkan perhatian pada penyempurnaan metode desain komputasional dan perluasan penerapannya di berbagai konteks pertanian.
Siapa yang sebaiknya membaca
Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.
Membuka konten memberโฆ