Jadwal Sholat

Memuat jadwal sholatโ€ฆ

Editorial Pertanian & Lingkungan

Open AccessOA2023

Perbandingan Penerapan System of Rice Intensification dan Alternatifnya di India: Efek Agronomis, Ekonomis, Lingkungan, Energi, dan Lainnya

Studi enam tahun oleh ICAR-Indian Institute of Rice Research membandingkan System of Rice Intensification (SRI) dengan SRI modifikasi (MSRI), padi tanam benih langsung (DSR), dan transplantasi konvensional (CTF). SRI dan MSRI menunjukkan hasil panen, produktivitas air, aktivitas biologis tanah, dan imbal hasil ekonomi yang lebih tinggi, sekaligus menurunkan emisi gas rumah kaca.
R. M. Kumar; Padmavathi Chintalapati; S. Rathod; Tapeshwar Vidhan Singh; Surekha Kuchi; Prasad Babu B. B. Mannava; P. C. Latha; N. Somasekhar; B. Nirmala; Srinivas Prasad Madamsetty; J. Prasad; S. Kumar; D. Srinivas; B. Sreedevi; M. Tuti; M. Arun; B. Sailaja; R. Sundaramยท Agronomyยท 2023ยท DOI 10.3390/agronomy13102492

Masalah inti

Evaluasi awal System of Rice Intensification (SRI) di India dan tempat lain terutama berfokus pada dampaknya terhadap hasil panen dan pendapatan, dan biasanya hanya mencakup satu atau dua musim. Studi ini menjawab kebutuhan akan penilaian yang lebih komprehensif dan multi-musim dengan membandingkan SRI dengan tiga alternatif: SRI modifikasi yang sebagian dimekanisasi (MSRI) untuk mengurangi kebutuhan tenaga kerja; padi tanam benih langsung (DSR) sebagai metode alternatif menanam padi; dan transplantasi padi konvensional dengan penggenangan lahan (CTF). Penelitian ini dilakukan oleh para ilmuwan di ICAR-Indian Institute of Rice Research selama enam tahun, mencakup enam musim basah dan enam musim kering.

Inovasi

Studi ini dilakukan selama enam tahun (enam musim basah dan enam musim kering) di ICAR-Indian Institute of Rice Research. Empat metode budidaya padi dibandingkan:

- **SRI**: System of Rice Intensification
- **MSRI**: SRI modifikasi yang sebagian dimekanisasi untuk mengurangi kebutuhan tenaga kerja
- **DSR**: padi tanam benih langsung
- **CTF**: transplantasi konvensional dengan penggenangan

Parameter agronomis, ekonomis, lingkungan, energi, dan biologis tanah diukur. Hasil gabah, produktivitas air, populasi mikroba tanah (bakteri, fungi, aktinomisetes), aktivitas enzim (dehidrogenase, FDA, glukosidase), kelimpahan nematoda, emisi gas rumah kaca (GRK), dan imbal hasil ekonomi dinilai.

Pendahuluan
Evaluasi awal System of Rice Intensification (SRI) di India dan tempat lain terutama berfokus pada dampaknya terhadap hasil panen dan pendapatan, dan biasanya hanya mencakup satu atau dua musim. Studi ini menjawab kebutuhan akan penilaian yang lebih komprehensif dan multi-musim dengan membandingkan SRI dengan tiga alternatif: SRI modifikasi yang sebagian dimekanisasi (MSRI) untuk mengurangi kebutuhan tenaga kerja; padi tanam benih langsung (DSR) sebagai metode alternatif menanam padi; dan transplantasi padi konvensional dengan penggenangan lahan (CTF). Penelitian ini dilakukan oleh para ilmuwan di ICAR-Indian Institute of Rice Research selama enam tahun, mencakup enam musim basah dan enam musim kering.

Mengapa penting

Studi enam tahun ini mendokumentasikan berbagai keunggulan pengelolaan tanaman SRI, termasuk hasil gabah yang lebih tinggi, produktivitas air yang lebih baik, populasi mikroba tanah dan aktivitas enzim yang meningkat, penekanan nematoda patogen tanaman, dan emisi GRK yang berkurang. Analisis ekonomi mengonfirmasi bahwa SRI memberikan imbal hasil bruto dan neto yang lebih baik dibandingkan CTF, DSR, dan MSRI. Namun, SRI padat tenaga kerja. MSRI, adaptasi yang sebagian dimekanisasi, menawarkan manfaat serupa dengan kebutuhan tenaga kerja yang lebih rendah, sehingga menjadi alternatif yang menjanjikan untuk adopsi yang lebih luas. Temuan ini mendukung integrasi prinsip SRI ke dalam budidaya padi untuk mencapai intensifikasi berkelanjutan.

Siapa yang sebaiknya membaca

Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.

Membuka konten memberโ€ฆ