Jadwal Sholat

Memuat jadwal sholatโ€ฆ

Editorial Pertanian & Lingkungan

Open AccessOA2023

Pertanian Cerdas Iklim dan Ketahanan Pangan di Afrika Bagian Selatan: Tinjauan Kerentanan Pertanian Skala Kecil dan Ketahanan Pangan terhadap Perubahan Iklim

Tinjauan ini menyintesiskan informasi tentang kontribusi pertanian skala kecil terhadap ketahanan pangan di Afrika bagian selatan, menyoroti kerentanannya terhadap guncangan iklim dan pengaruh kegiatan pertanian cerdas iklim (CSA). Ditemukan bahwa adopsi CSA sangat minim akibat akses sumber daya yang buruk, kemiskinan, infrastruktur yang buruk, dan layanan penyuluhan petani yang tidak memadai, serta merekomendasikan kebijakan yang mendukung dengan partisipasi dari bawah ke atas, terutama oleh pe
C. S. Mutengwa; P. Mnkeni; Aleck Kondwakwendaยท Sustainabilityยท 2023ยท DOI 10.3390/su15042882

Masalah inti

Afrika bagian selatan menghadapi kerawanan pangan kronis, terutama karena konteks multistresor tempat pertanian dijalankan. Kendala terkait perubahan iklim memperparah kekurangan pangan bagi komunitas pedesaan yang terpinggirkan. Pertanian cerdas iklim (CSA) telah diakui sebagai strategi kunci untuk memitigasi dampak perubahan iklim. Namun, adopsi CSA di kalangan petani skala kecil di Afrika bagian selatan tetap minim. Faktor yang berkontribusi terhadap terbatasnya adopsi meliputi akses sumber daya yang buruk, kemiskinan, infrastruktur yang buruk, serta penyediaan layanan penyuluhan dan sumber daya petani yang tidak memadai. Faktor-faktor yang sama juga meningkatkan kerentanan petani skala kecil terhadap guncangan iklim. Saat ini, tinjauan yang secara simultan membahas dampak perubahan iklim dan CSA terhadap sektor pertanian skala kecil di Afrika bagian selatan masih terbatas. Tinjauan ini menyintesiskan informasi tentang kontribusi pertanian skala kecil terhadap ketahanan pangan di Afrika bagian selatan, menyoroti kerentanan pertanian skala kecil terhadap guncangan iklim dan pengaruh kegiatan CSA yang dipraktikkan di kawasan tersebut.

Inovasi

Tinjauan ini didasarkan pada informasi dari artikel jurnal terbitan yang tepercaya, laporan institusional, dan pengetahuan penulis tentang sistem pertanian di Afrika bagian selatan. Sintesis difokuskan pada kontribusi pertanian skala kecil terhadap ketahanan pangan, kerentanan pertanian skala kecil terhadap guncangan iklim, dan pengaruh kegiatan CSA yang dipraktikkan di kawasan tersebut. Penulis juga menelaah faktor-faktor yang memengaruhi adopsi CSA dan peran kebijakan dalam meningkatkan adopsi.
Pendahuluan
Afrika bagian selatan menghadapi kerawanan pangan kronis, terutama karena konteks multistresor tempat pertanian dijalankan. Kendala terkait perubahan iklim memperparah kekurangan pangan bagi komunitas pedesaan yang terpinggirkan. Pertanian cerdas iklim (CSA) telah diakui sebagai strategi kunci untuk memitigasi dampak perubahan iklim. Namun, adopsi CSA di kalangan petani skala kecil di Afrika bagian selatan tetap minim. Faktor yang berkontribusi terhadap terbatasnya adopsi meliputi akses sumber daya yang buruk, kemiskinan, infrastruktur yang buruk, serta penyediaan layanan penyuluhan dan sumber daya petani yang tidak memadai. Faktor-faktor yang sama juga meningkatkan kerentanan petani skala kecil terhadap guncangan iklim. Saat ini, tinjauan yang secara simultan membahas dampak perubahan iklim dan CSA terhadap sektor pertanian skala kecil di Afrika bagian selatan masih terbatas. Tinjauan ini menyintesiskan informasi tentang kontribusi pertanian skala kecil terhadap ketahanan pangan di Afrika bagian selatan, menyoroti kerentanan pertanian skala kecil terhadap guncangan iklim dan pengaruh kegiatan CSA yang dipraktikkan di kawasan tersebut.

Mengapa penting

Temuan ini menyoroti lingkaran setan: faktor-faktor yang membatasi adopsi CSA adalah faktor yang sama yang meningkatkan kerentanan terhadap guncangan iklim. Akses sumber daya yang buruk, kemiskinan, infrastruktur yang buruk, dan layanan penyuluhan yang tidak memadai membatasi kemampuan petani skala kecil untuk beradaptasi. Untuk memutus lingkaran ini, kebijakan harus mengatasi kendala mendasar tersebut. Tinjauan ini menekankan perlunya kebijakan yang mendukung yang memungkinkan partisipasi petani skala kecil, terutama perempuan, dalam tata kelola melalui pembuatan kebijakan dari bawah ke atas. Pendekatan partisipatif ini dapat memastikan bahwa intervensi CSA disesuaikan dengan konteks dan kebutuhan lokal, sehingga meningkatkan efektivitas dan keberlanjutannya. Tinjauan ini juga menekankan pentingnya memperkuat penyediaan layanan penyuluhan dan sumber daya petani untuk memfasilitasi adopsi CSA. Secara keseluruhan, sintesis ini menunjukkan bahwa tanpa mengatasi hambatan struktural tersebut, pertanian skala kecil di Afrika bagian selatan akan tetap sangat rentan terhadap perubahan iklim, sehingga kerawanan pangan terus berlanjut.

Siapa yang sebaiknya membaca

Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.

Membuka konten memberโ€ฆ