Editorial Ilmu Sosial
Open AccessOA2022
Perubahan iklim di ruang sidang: Antropologi relasi ketetanggaan
Artikel ini menganalisis gugatan keadilan iklim yang mendobrak antara seorang petani Peru dan perusahaan energi besar di pengadilan Jerman, dengan menggunakan klaim hukum 'ketetanggaan' untuk menelaah tanggung jawab moral dan sosialitas dalam konteks pemanasan global.
N. Walker-Crawfordยท Anthropological Theoryยท 2022ยท DOI 10.1177/14634996221138338
Masalah inti
Artikel dibuka dengan memperkenalkan gugatan keadilan iklim yang diajukan seorang petani Peru terhadap perusahaan energi besar di pengadilan Jerman. Gugatan hukum ini dibingkai sebagai intervensi politik strategis yang bertujuan mengatasi ketidakadilan pemanasan global. Klaim petani itu menyatakan bahwa kedua pihak adalah 'tetangga', yang menyiratkan bahwa perusahaan memikul tanggung jawab atas kontribusinya terhadap dampak perubahan iklim di Andes. Penulis menggunakan konsepsi hukum ini sebagai titik tolak untuk berdialog dengan diskusi akademik tentang sosialitas dan tanggung jawab moral, serta menetapkan ketetanggaan sebagai kerangka analitis untuk menelaah taruhan moral dalam relasi sosial. Pendahuluan ini menyiapkan panggung bagi eksplorasi etnografis tentang bagaimana pemanasan global memperluas cakupan relasi sosial dan memunculkan pertanyaan tentang bagaimana kita seharusnya hidup bersama di planet ini.
Inovasi
Penulis membahas tantangan metodologis dan teoretis dalam menelaah fenomena yang menarik koneksi melintasi planet. Pendekatannya berpijak secara etnografis, sehingga memungkinkan pemahaman pemanasan global yang peka terhadap konteks lokal dan klaim moral. Dengan berfokus pada ketetanggaan, penulis mengedepankan klaim normatif yang melaluinya orang memaknai fenomena yang mengglobal. Metodologi ini melibatkan pengikutan jalannya gugatan dan keterlibatan dengan para aktor yang terlibat, meskipun rincian spesifik pengumpulan dan analisis data tidak diuraikan dalam abstrak yang tersedia. Artikel ini kemungkinan menggunakan observasi partisipan, wawancara, dan analisis dokumen untuk melacak bagaimana konsep ketetanggaan digunakan di arena hukum dan politik.
Pendahuluan
Artikel dibuka dengan memperkenalkan gugatan keadilan iklim yang diajukan seorang petani Peru terhadap perusahaan energi besar di pengadilan Jerman. Gugatan hukum ini dibingkai sebagai intervensi politik strategis yang bertujuan mengatasi ketidakadilan pemanasan global. Klaim petani itu menyatakan bahwa kedua pihak adalah 'tetangga', yang menyiratkan bahwa perusahaan memikul tanggung jawab atas kontribusinya terhadap dampak perubahan iklim di Andes. Penulis menggunakan konsepsi hukum ini sebagai titik tolak untuk berdialog dengan diskusi akademik tentang sosialitas dan tanggung jawab moral, serta menetapkan ketetanggaan sebagai kerangka analitis untuk menelaah taruhan moral dalam relasi sosial. Pendahuluan ini menyiapkan panggung bagi eksplorasi etnografis tentang bagaimana pemanasan global memperluas cakupan relasi sosial dan memunculkan pertanyaan tentang bagaimana kita seharusnya hidup bersama di planet ini.
Mengapa penting
Pembahasan berpusat pada implikasi penggunaan ketetanggaan sebagai kerangka analitis untuk memahami keadilan iklim. Penulis berargumen bahwa pendekatan ini memungkinkan pemahaman pemanasan global yang berpijak secara etnografis dan menangkap dimensi moral serta sosial yang kerap terabaikan dalam analisis teknis atau ekonomi. Dengan berfokus pada ketetanggaan, artikel ini berkontribusi pada teori antropologi tentang sosialitas dan tanggung jawab moral, dengan menunjukkan bagaimana klaim normatif dimobilisasi untuk memaknai koneksi global. Gugatan itu berfungsi sebagai studi kasus untuk menelaah bagaimana intervensi hukum dan politik dapat membentuk ulang lanskap moral perubahan iklim. Penulis menyimpulkan dengan menyarankan bahwa ketetanggaan menawarkan cara produktif untuk memikirkan tantangan etis hidup bersama di dunia yang saling terhubung, dengan menekankan perlunya pemahaman normatif tentang globalisasi.
Siapa yang sebaiknya membaca
Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.
Membuka konten memberโฆ