Editorial Humaniora
Open AccessOA2022
Masalah Peradaban atau Krisis Politik? Analisis Komparatif Pendekatan Mālek Bennabi dan Syed Mawdūdī terhadap Kebangkitan
Makalah ini membandingkan pendekatan peradaban Mālek Bennabī dan pendekatan politik Syed Mawdūdī terhadap kemunduran dan kebangkitan Muslim, dengan menyoroti perbedaan diagnosis dan metode keduanya.
B. A. Malik· Journal of Islamic Thought and Civilization· 2022· DOI 10.32350/jitc.121.18
Masalah inti
Makalah ini dimulai dengan mencatat bahwa setelah mencapai puncaknya, peradaban Islam mulai mengalami kemunduran. Namun, sepanjang sejarah, muncul tokoh-tokoh yang menghidupkan kembali prinsip iḥyā (kebangkitan). Pada masa kontemporer, Mālek Bennabī dan Syed Mawdūdī memberikan kontribusi signifikan terhadap wacana kebangkitan Muslim. Keduanya secara kritis menelaah patologi jumūd (stagnasi) di dunia Muslim. Meskipun mereka mengidentifikasi penyebab dan gejala yang serupa, konteks sosio-politik mereka yang berbeda menghasilkan perbedaan metodologis dalam pendekatan mereka. Makalah ini bertujuan menganalisis pendekatan peradaban Bennabī dan pendekatan politik Mawdūdī, serta membandingkan konsep-konsep kunci mereka—peradaban, agama, dan kebangkitan—untuk menguraikan perbedaan dan persamaan.
Inovasi
Makalah ini menggunakan metode analitis komparatif, dengan menelaah teks dan gagasan utama kedua pemikir. Pertama, disajikan analisis singkat tentang pendekatan peradaban Bennabī dan pendekatan politik Mawdūdī untuk memahami keterlibatan mereka dengan jumūd dan iḥyā. Kemudian, ketiga konsep kunci—peradaban, agama, dan kebangkitan—yang digunakan kedua sarjana dalam elaborasi teoretis mereka dibandingkan. Kerangka komparatif ini memungkinkan identifikasi nuansa dalam diagnosis dan solusi yang mereka usulkan.
Pendahuluan
Makalah ini dimulai dengan mencatat bahwa setelah mencapai puncaknya, peradaban Islam mulai mengalami kemunduran. Namun, sepanjang sejarah, muncul tokoh-tokoh yang menghidupkan kembali prinsip iḥyā (kebangkitan). Pada masa kontemporer, Mālek Bennabī dan Syed Mawdūdī memberikan kontribusi signifikan terhadap wacana kebangkitan Muslim. Keduanya secara kritis menelaah patologi jumūd (stagnasi) di dunia Muslim. Meskipun mereka mengidentifikasi penyebab dan gejala yang serupa, konteks sosio-politik mereka yang berbeda menghasilkan perbedaan metodologis dalam pendekatan mereka. Makalah ini bertujuan menganalisis pendekatan peradaban Bennabī dan pendekatan politik Mawdūdī, serta membandingkan konsep-konsep kunci mereka—peradaban, agama, dan kebangkitan—untuk menguraikan perbedaan dan persamaan.
Mengapa penting
Makalah ini membahas implikasi dari perbedaan pendekatan tersebut. Kerangka peradaban Bennabī menekankan perlunya memulihkan hubungan dinamis antara manusia, tanah, dan waktu, yang ia anggap esensial untuk kebangkitan. Kerangka politik Mawdūdī berfokus pada restrukturisasi hubungan politik agar selaras dengan prinsip-prinsip Islam. Perbandingan konsep peradaban, agama, dan kebangkitan mereka menyoroti titik temu dan perbedaan. Misalnya, keduanya sepakat tentang sentralitas agama dalam kebangkitan, tetapi berbeda mengenai lokus utama masalahnya. Makalah ini menyimpulkan bahwa pemahaman atas perbedaan ini memperkaya wacana kebangkitan Muslim dan menawarkan berbagai jalan untuk mengatasi kemunduran.
Siapa yang sebaiknya membaca
Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.
Membuka konten member…