Jadwal Sholat

Memuat jadwal sholatโ€ฆ

Editorial Kedokteran & Kesehatan

Open AccessOA2025

Lahir Terlalu Dini: Epidemiologi Global Kelahiran Prematur dan Pendorong Perubahan

Angka kelahiran prematur global tetap stagnan di sekitar 10% selama satu dekade terakhir, dengan 13,4 juta bayi lahir terlalu dini pada 2020. Ringkasan ini menyintesis epidemiologi, dampak mortalitas, dan strategi berbasis data yang diperlukan untuk mempercepat kemajuan.
Ellen Bradley; H. Blencowe; Ann-Beth Moller; Y. B. Okwaraji; Francesca Sadler; Anna Gruending; A. Moran; J. Requejo; E. Ohuma; Joy E. Lawnยท Reproductive Healthยท 2025ยท DOI 10.1186/s12978-025-02033-x

Masalah inti

Kelahiran prematur, yang didefinisikan sebagai kelahiran sebelum usia kehamilan 37 minggu, tetap menjadi tantangan kesehatan global yang kritis. Meskipun ada kemajuan dalam perawatan bayi baru lahir, angka kelahiran prematur global tidak menunjukkan perubahan yang terukur dalam satu dekade terakhir, dengan estimasi 13,4 juta bayi baru lahir (95% CrI: 12,3โ€“15,2 juta) lahir prematur pada 2020, mewakili 9,9% (95% CrI: 9,1โ€“11,2%) dari seluruh kelahiran di dunia. Ringkasan ini didasarkan pada makalah "Born Too Soon: Global epidemiology of preterm birth and drivers for change," bagian dari seri yang berasal dari laporan "Born too soon: decade of action on preterm birth." Makalah ini bertujuan menilai epidemiologi terkini, mengidentifikasi kesenjangan yang masih ada dalam data dan perawatan, serta mengusulkan poros strategis untuk mengurangi beban kelahiran prematur dan konsekuensinya, termasuk lahir mati.

Inovasi

Makalah ini menyintesis data epidemiologi global tentang kelahiran prematur dan lahir mati, yang bersumber dari estimasi Perserikatan Bangsa-Bangsa, sistem data nasional, dan literatur yang diterbitkan. Makalah ini menggunakan pendekatan deskriptif dan komparatif untuk menganalisis tren selama satu dekade terakhir, dengan fokus pada angka, mortalitas, faktor risiko, dan ketersediaan data. Para penulis menggunakan credible interval (CrI) untuk mengukur ketidakpastian dalam estimasi. Analisis ini mencakup tinjauan sistem data yang ada dan menyoroti kemajuan dalam pengukuran usia kehamilan. Metodologi ini juga menggabungkan sintesis naratif tentang implikasi program dan kebijakan, yang disusun di sekitar tiga poros strategis: menghitung setiap bayi, memperkuat sistem data nasional, dan menggunakan data untuk akuntabilitas.
Pendahuluan
Kelahiran prematur, yang didefinisikan sebagai kelahiran sebelum usia kehamilan 37 minggu, tetap menjadi tantangan kesehatan global yang kritis. Meskipun ada kemajuan dalam perawatan bayi baru lahir, angka kelahiran prematur global tidak menunjukkan perubahan yang terukur dalam satu dekade terakhir, dengan estimasi 13,4 juta bayi baru lahir (95% CrI: 12,3โ€“15,2 juta) lahir prematur pada 2020, mewakili 9,9% (95% CrI: 9,1โ€“11,2%) dari seluruh kelahiran di dunia. Ringkasan ini didasarkan pada makalah "Born Too Soon: Global epidemiology of preterm birth and drivers for change," bagian dari seri yang berasal dari laporan "Born too soon: decade of action on preterm birth." Makalah ini bertujuan menilai epidemiologi terkini, mengidentifikasi kesenjangan yang masih ada dalam data dan perawatan, serta mengusulkan poros strategis untuk mengurangi beban kelahiran prematur dan konsekuensinya, termasuk lahir mati.

Mengapa penting

Makalah ini berargumen bahwa pencegahan kelahiran prematur memerlukan intervensi yang spesifik konteks yang menargetkan kelahiran prematur spontan maupun yang dipicu oleh penyedia layanan, termasuk operasi caesar yang tidak diindikasikan secara medis. Perawatan yang efektif dapat mencegah 900.000 kematian akibat komplikasi prematur, terutama untuk bayi yang lahir sebelum 32 minggu. Para penulis menekankan tiga poros untuk dekade berikutnya: (1) menghitung setiap bayi di mana pun, termasuk lahir mati, dengan pencatatan usia kehamilan dan berat lahir yang akurat; (2) memperkuat sistem data nasional untuk menangkap data tingkat individu guna perbaikan kualitas dan tindak lanjut jangka panjang; dan (3) menggunakan data untuk meningkatkan akuntabilitas bersama dari tingkat komunitas hingga global. Mengintegrasikan lahir mati ke dalam kebijakan kelahiran prematur sangat penting untuk mengurangi beban keseluruhan dan meminimalkan hilangnya modal manusia. Makalah ini menyimpulkan bahwa pengambilan keputusan berbasis data, transparansi, dan pengumpulan data terpadu (misalnya, dataset inti untuk kelahiran prematur) merupakan fondasi untuk perubahan.

Siapa yang sebaiknya membaca

Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.

Membuka konten memberโ€ฆ