Jadwal Sholat

Memuat jadwal sholatโ€ฆ

Editorial Ilmu Komputer & AI

Open AccessOA2025

BlockIntelChain: Arsitektur Berbagi Cyber Threat Intelligence Berbasis Blockchain

Kerangka konsensus hibrida dan pelindungan privasi untuk berbagi CTI secara kolaboratif di jaringan IoT terdistribusi
Alaa Tolahยท Scientific Reportsยท 2025ยท DOI 10.1038/s41598-025-29152-6

Masalah inti

Pertumbuhan pesat perangkat Internet of Things (IoT) telah memperluas permukaan serangan bagi ancaman siber yang canggih, mengekspos kelemahan kritis pada platform Cyber Threat Intelligence (CTI) tradisional. Sistem CTI yang ada sering bergantung pada arsitektur terpusat yang mengalami defisit kepercayaan, kerentanan privasi, dan titik kegagalan tunggal. Keterbatasan ini menghambat berbagi threat intelligence secara tepat waktu dan aman di jaringan IoT terdistribusi. Untuk mengatasi tantangan tersebut, makalah ini memperkenalkan BlockIntelChain, kerangka berbasis blockchain yang dirancang untuk berbagi CTI yang aman, skalabel, dan kolaboratif. Arsitektur yang diusulkan memanfaatkan mekanisme konsensus hibrida, kerangka privasi berlapis, dan federated learning untuk memungkinkan pertukaran threat intelligence secara real-time sekaligus menjaga privasi data dan memastikan ketahanan terhadap aktor jahat. Tujuan utamanya adalah mengatasi kekurangan platform CTI terpusat dan menyediakan solusi transformatif untuk ekosistem CTI sadar privasi generasi berikutnya.

Inovasi

Evaluasi komprehensif dilakukan menggunakan dataset Malware Information Sharing Platform (MISP) dunia nyata. Metrik kinerja menunjukkan efisiensi dan skalabilitas BlockIntelChain. Pada 500 node, sistem mencapai throughput 923 Transactions per Second (TPS) dengan tingkat keberhasilan konsensus 99,6%. Mekanisme konsensus hibrida terbukti tangguh terhadap serangan 51% dan Byzantine, dengan toleransi hingga 33% validator jahat. Analisis privasi mengonfirmasi trade-off utilitas-privasi yang optimal: dengan Differential Privacy pada , utilitas data terjaga pada 92%, sementara Zero-Knowledge Proofs mencapai akurasi verifikasi 94%. Model Federated Learning mengungguli baseline terpusat, mencapai akurasi 96,4% untuk klasifikasi malware IoT, 94,7% untuk deteksi phishing, dan 95,2% untuk identifikasi anomali jaringan. Pemodelan ekonomi memvalidasi keberlanjutan ekosistem, menunjukkan pertumbuhan kontributor dari 156 menjadi 1.245 dalam 12 bulan dan peningkatan kualitas kontribusi dari 0,73 menjadi 0,92. Benchmarking komparatif terhadap MISP, ThreatConnect, dan IBM X-Force menunjukkan keunggulan BlockIntelChain dalam desentralisasi, privasi, dan efisiensi biaya.
Pertumbuhan pesat perangkat Internet of Things (IoT) telah memperluas permukaan serangan bagi ancaman siber yang canggih, mengekspos kelemahan kritis pada platform Cyber Threat Intelligence (CTI) tradisional. Sistem CTI yang ada sering bergantung pada arsitektur terpusat yang mengalami defisit kepercayaan, kerentanan privasi, dan titik kegagalan tunggal. Keterbatasan ini menghambat berbagi threat intelligence secara tepat waktu dan aman di jaringan IoT terdistribusi. Untuk mengatasi tantangan tersebut, makalah ini memperkenalkan BlockIntelChain, kerangka berbasis blockchain yang dirancang untuk berbagi CTI yang aman, skalabel, dan kolaboratif. Arsitektur yang diusulkan memanfaatkan mekanisme konsensus hibrida, kerangka privasi berlapis, dan federated learning untuk memungkinkan pertukaran threat intelligence secara real-time sekaligus menjaga privasi data dan memastikan ketahanan terhadap aktor jahat. Tujuan utamanya adalah mengatasi kekurangan platform CTI terpusat dan menyediakan solusi transformatif untuk ekosistem CTI sadar privasi generasi berikutnya.
BlockIntelChain mengintegrasikan beberapa teknologi canggih untuk mencapai tujuannya. Arsitektur inti dibangun di atas blockchain berizin yang mendukung node IoT terdistribusi. Mekanisme konsensus hibrida menggabungkan Proof-of-Stake (PoS) dengan pemilihan validator berbasis reputasi untuk meningkatkan keamanan dan efisiensi. Sistem reputasi secara dinamis memilih validator berdasarkan perilaku historisnya, mengurangi risiko partisipasi jahat. Untuk memastikan privasi, kerangka ini menerapkan pendekatan berlapis: Differential Privacy (DP) menambahkan noise pada data yang dibagikan, Zero-Knowledge Proofs (ZKP) memverifikasi integritas data tanpa mengungkapkan informasi sensitif, Homomorphic Encryption memungkinkan komputasi pada data terenkripsi, dan Secure Multi-Party Computation (SMPC) memungkinkan analisis kolaboratif tanpa mengekspos data mentah. Selain itu, Federated Learning (FL) disematkan untuk melatih model machine learning langsung pada node tepi IoT, menjaga telemetri ancaman mentah tetap lokal. Proses konsensus dapat dimodelkan sebagai berikut: validator dipilih dengan probabilitas proporsional terhadap stake dan skor reputasinya, dan konsensus tercapai ketika supermayoritas validator menyetujui sebuah blok. Trade-off privasi-utilitas dikuantifikasi menggunakan anggaran differential privacy , di mana yang lebih kecil memberikan privasi lebih kuat tetapi dapat mengurangi utilitas. Ketahanan sistem dianalisis terhadap serangan 51% dan Byzantine, dengan toleransi hingga 33% validator jahat. Arsitektur diilustrasikan pada diagram Mermaid di bawah ini:

Mengapa penting

Hasil menunjukkan bahwa BlockIntelChain secara efektif mengatasi keterbatasan platform CTI terpusat. Mekanisme konsensus hibrida memastikan throughput dan keamanan yang tinggi, sementara kerangka privasi berlapis memungkinkan berbagi data tanpa mengorbankan informasi sensitif. Integrasi Federated Learning memungkinkan pelatihan model terdistribusi pada node tepi IoT, menghilangkan kebutuhan untuk mengekspos telemetri ancaman mentah. Model ekonomi memberi insentif partisipasi dan meningkatkan kualitas kontribusi, mendorong ekosistem CTI yang berkelanjutan. Ketahanan kerangka terhadap serangan Byzantine dan kemampuannya menoleransi hingga 33% validator jahat membuatnya cocok untuk lingkungan adversarial. Analisis komparatif menyoroti keunggulan signifikan dibandingkan solusi yang ada: BlockIntelChain menawarkan desentralisasi lebih baik, jaminan privasi lebih kuat, dan biaya operasional lebih rendah. Trade-off utilitas-privasi yang dicapai dengan DP () dan ZKP menunjukkan keseimbangan praktis untuk penerapan di dunia nyata. Sistem ini secara langsung menguntungkan Security Operation Centers dan sistem IoT yang diterapkan di tepi dengan memungkinkan pertukaran threat intelligence real-time dengan keamanan, privasi, dan efisiensi yang kuat. Pekerjaan selanjutnya dapat mengeksplorasi integrasi dengan teknologi yang muncul seperti 5G dan edge computing untuk lebih meningkatkan skalabilitas dan responsivitas.

Siapa yang sebaiknya membaca

Praktisi dan peneliti ilmu komputer

Membuka konten memberโ€ฆ