Editorial Pendidikan
Open AccessOA2024
Melampaui keterlibatan disipliner: Meneliti ekologi pembelajaran interdisipliner
Pengantar edisi khusus ini berargumen bahwa pembelajaran interdisipliner masih kurang terteorikan dan kurang diteliti, lalu mengusulkan sikap ekologis untuk mempelajari kompleksitasnya. Artikel ini meninjau tantangan teoretis dan metodologis serta menampilkan kontribusi empiris yang memajukan bidang ini.
Lina Markauskaite; Baruch B. Schwarz; C. Damşa; H. Muukkonen· The Journal of the Learning Sciences· 2024· DOI 10.1080/10508406.2024.2354151
Masalah inti
Pentingnya melibatkan siswa dengan tantangan masyarakat yang kompleks telah mendorong adopsi berbagai praktik pengajaran dan pembelajaran interdisipliner baik di K-12 maupun pendidikan tinggi. Namun, pembelajaran interdisipliner adalah salah satu domain praktik pendidikan kontemporer yang paling kompleks, dan meskipun signifikan, bidang ini masih jauh kurang terteorikan dan kurang diteliti. Edisi Khusus ini menyoroti upaya penelitian empiris untuk memahami pembelajaran interdisipliner dalam kompleksitasnya. Edisi ini sekaligus bertujuan untuk 1) memajukan perspektif ekologis yang mencakup konsep dan metodologi untuk mempelajari praktik pembelajaran heterogen yang kompleks dan 2) menerapkan perspektif tersebut pada penelitian pembelajaran interdisipliner—tentang bagaimana orang belajar lintas dan di luar disiplin. Pengantar ini menyediakan konteks historis bagi pembelajaran interdisipliner, memperkenalkan sikap ekologis terhadap penelitian pembelajaran lintas dan di luar disiplin, serta meninjau tantangan teoretis dan metodologis kritis dalam pembelajaran interdisipliner, dengan berargumen bahwa bidang ilmu pembelajaran berada pada posisi yang tepat untuk mengatasi tantangan tersebut. Artikel ini membahas bagaimana kontribusi yang disajikan dalam edisi khusus ini menjelaskan aspek teoretis, metodologis, empiris, dan desain dari pembelajaran interdisipliner serta menawarkan dasar untuk pekerjaan desain dan penelitian lebih lanjut.
Inovasi
Pengantar ini tidak menyajikan satu studi empiris tunggal, melainkan menyintesis dan membingkai kontribusi untuk edisi khusus. Artikel ini mengadopsi pendekatan konseptual dan berbasis tinjauan, dengan mengacu pada literatur yang ada untuk menguraikan perspektif ekologis. Metodologinya meliputi: (1) menyediakan konteks historis bagi pembelajaran interdisipliner; (2) mengartikulasikan sikap ekologis yang mencakup konsep dan metodologi untuk mempelajari praktik pembelajaran heterogen yang kompleks; (3) meninjau tantangan teoretis dan metodologis kritis; dan (4) membahas bagaimana kontribusi edisi khusus ini mengatasi tantangan tersebut. Penulis berargumen bahwa bidang ilmu pembelajaran berada pada posisi yang tepat untuk menangani tantangan ini melalui sifat interdisiplinernya dan keragaman metodologisnya.
Pendahuluan
Pentingnya melibatkan siswa dengan tantangan masyarakat yang kompleks telah mendorong adopsi berbagai praktik pengajaran dan pembelajaran interdisipliner baik di K-12 maupun pendidikan tinggi. Namun, pembelajaran interdisipliner adalah salah satu domain praktik pendidikan kontemporer yang paling kompleks, dan meskipun signifikan, bidang ini masih jauh kurang terteorikan dan kurang diteliti. Edisi Khusus ini menyoroti upaya penelitian empiris untuk memahami pembelajaran interdisipliner dalam kompleksitasnya. Edisi ini sekaligus bertujuan untuk 1) memajukan perspektif ekologis yang mencakup konsep dan metodologi untuk mempelajari praktik pembelajaran heterogen yang kompleks dan 2) menerapkan perspektif tersebut pada penelitian pembelajaran interdisipliner—tentang bagaimana orang belajar lintas dan di luar disiplin. Pengantar ini menyediakan konteks historis bagi pembelajaran interdisipliner, memperkenalkan sikap ekologis terhadap penelitian pembelajaran lintas dan di luar disiplin, serta meninjau tantangan teoretis dan metodologis kritis dalam pembelajaran interdisipliner, dengan berargumen bahwa bidang ilmu pembelajaran berada pada posisi yang tepat untuk mengatasi tantangan tersebut. Artikel ini membahas bagaimana kontribusi yang disajikan dalam edisi khusus ini menjelaskan aspek teoretis, metodologis, empiris, dan desain dari pembelajaran interdisipliner serta menawarkan dasar untuk pekerjaan desain dan penelitian lebih lanjut.
Mengapa penting
Penulis membahas implikasi sikap ekologis untuk meneliti pembelajaran interdisipliner. Mereka berargumen bahwa keterlibatan disipliner tradisional tidak cukup; sebaliknya, pembelajaran harus dipelajari sebagaimana terjadi lintas dan di luar disiplin, melibatkan berbagai aktor, alat, dan latar. Perspektif ekologis menekankan saling ketergantungan aspek kognitif, sosial, dan material dari pembelajaran. Pembahasan ini menyoroti bahwa ilmu pembelajaran, dengan fokusnya pada pembelajaran dunia nyata dan perangkat metodologisnya, berada pada posisi unik untuk memajukan agenda ini. Kontribusi edisi khusus ini menawarkan wawasan tentang bagaimana merancang dan meneliti pembelajaran interdisipliner, tetapi juga menunjukkan tantangan yang masih berlangsung, seperti kebutuhan akan studi longitudinal dan cara yang lebih baik untuk menilai hasil pembelajaran. Penulis menyerukan penelitian lebih lanjut yang merangkul kompleksitas dan mengembangkan pendekatan teoretis dan metodologis baru.
Siapa yang sebaiknya membaca
Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.
Membuka konten member…