Jadwal Sholat

Memuat jadwal sholat…

Editorial Ilmu Sosial

Open AccessOA2023

Percaya pada sains: Menghubungkan keyakinan dan identitas keagamaan dengan niat vaksinasi dan kepercayaan pada sains selama pandemi COVID-19

Penelitian ini mengkaji bagaimana identitas keagamaan, religiositas, dan keyakinan akan kompatibilitas agama–sains memengaruhi kepercayaan pada sains dan niat vaksinasi COVID-19. Temuan menunjukkan bahwa keraguan terhadap vaksin terkait dengan religiositas melalui kurangnya kepercayaan pada sains, dengan implikasi bagi komunikasi kesehatan publik.
Emily Tippins; Renate Ysseldyk; Claire Peneycad; H. Anisman· Public Understanding of Science· 2023· DOI 10.1177/09636625231174845

Masalah inti

Meskipun konsensus ilmiah luas mengenai isu seperti perubahan iklim dan efektivitas vaksin, skeptisisme publik tetap ada. Individu sering menolak temuan ilmiah yang bertentangan dengan keyakinan ideologis dan identitas sosial mereka. Penelitian ini menyelidiki apakah kepercayaan pada sains, pemerintah, dan media, serta niat vaksinasi COVID-19, bervariasi sebagai fungsi dari identitas kelompok (non)religius, religiositas, keyakinan akan kompatibilitas agama–sains, dan orientasi politik. Penelitian ini bertujuan memahami bagaimana perpecahan ideologis yang diperparah oleh pandemi memengaruhi perilaku kesehatan publik.

Inovasi

Dua studi daring dilakukan dengan total N = 565 partisipan: mahasiswa dan sampel komunitas Kanada. Data dikumpulkan antara Januari dan Juni 2021. Pengukuran mencakup kepercayaan pada sains, pemerintah, dan media; niat vaksinasi COVID-19; identitas kelompok keagamaan; religiositas; keyakinan akan kompatibilitas agama–sains; dan orientasi politik. Studi-studi ini menggunakan desain potong lintang untuk menilai hubungan antar variabel tersebut.
Pendahuluan
Meskipun konsensus ilmiah luas mengenai isu seperti perubahan iklim dan efektivitas vaksin, skeptisisme publik tetap ada. Individu sering menolak temuan ilmiah yang bertentangan dengan keyakinan ideologis dan identitas sosial mereka. Penelitian ini menyelidiki apakah kepercayaan pada sains, pemerintah, dan media, serta niat vaksinasi COVID-19, bervariasi sebagai fungsi dari identitas kelompok (non)religius, religiositas, keyakinan akan kompatibilitas agama–sains, dan orientasi politik. Penelitian ini bertujuan memahami bagaimana perpecahan ideologis yang diperparah oleh pandemi memengaruhi perilaku kesehatan publik.

Mengapa penting

Temuan ini menyoroti peran faktor ideologis dan identitas dalam membentuk sikap terhadap sains dan vaksinasi. Kurangnya kepercayaan pada sains menjadi mekanisme kunci yang menghubungkan religiositas dengan keraguan terhadap vaksin. Hasil ini menegaskan perlunya strategi kesehatan publik yang mengomunikasikan temuan ilmiah dengan cara yang sesuai secara kultural, menghormati identitas keagamaan sekaligus mendorong penerimaan vaksin. Mengingat perpecahan ideologis yang diperparah selama pandemi, pesan yang disesuaikan yang membahas kompatibilitas agama–sains mungkin efektif. Penelitian selanjutnya harus mengeksplorasi efek longitudinal dan intervensi untuk membangun kepercayaan pada sains di kalangan komunitas keagamaan.

Siapa yang sebaiknya membaca

Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.

Membuka konten member…