Editorial Ilmu Komputer & AI
Autoscaling Proaktif Sadar Stabilitas Memakai Double Deep Q-Network di Lingkungan Cloud Computing
Masalah inti
Inovasi
Hasil eksperimen menunjukkan bahwa metode DDQN+RRS yang diusulkan mengungguli pendekatan reaktif maupun proaktif yang ada. Metrik kinerja utama dirangkum sebagai berikut:
- **Tingkat pelanggaran SLA**: DDQN+RRS mencapai tingkat pelanggaran SLA yang lebih rendah, yaitu **11,81%**, dibandingkan tingkat yang lebih tinggi pada metode baseline.
- **Utilisasi CPU**: Pendekatan ini mencapai utilisasi CPU yang lebih tinggi, yaitu **52,23%**, yang menunjukkan penggunaan sumber daya yang efisien.
- **Stabilitas penskalaan**: DDQN+RRS menunjukkan stabilitas penskalaan yang lebih baik dengan lebih sedikit peristiwa penskalaan (**2.488**) dan restart pod yang berkurang (**1.246**).
- **Pengurangan osilasi**: Metode ini secara signifikan mengurangi osilasi seiring waktu, terutama pada interval 0-60 s. Sementara metode reaktif menunjukkan fluktuasi besar dalam alokasi pod, DDQN+RRS mencapai penskalaan yang paling stabil dan lancar, terutama pada interval 15-30 s, 40-45 s, dan 55-60 s.
Hasil ini menyoroti efektivitas pendekatan DDQN+RRS dalam menjaga stabilitas sekaligus memenuhi persyaratan kinerja.
Mengapa penting
Siapa yang sebaiknya membaca
Membuka konten memberโฆ