Jadwal Sholat

Memuat jadwal sholatโ€ฆ

Editorial Pendidikan

Open AccessOA2025

Augmented Reality dalam Pendidikan melalui Pembelajaran Kolaboratif: Tinjauan Literatur Sistematis

Tinjauan sistematis ini menganalisis 29 penelitian peer-review tentang augmented reality dalam pendidikan, dan menemukan bahwa AR meningkatkan keterlibatan serta kolaborasi siswa, tetapi pelaporan metodologisnya tidak konsisten. Para penulis menyerukan penelitian yang lebih ketat, transparan, dan berlandaskan pedagogi.
Georgios Christoforos Kazlaris; E. Keramopoulos; Charalampos Bratsas; Giorgos Kokkonisยท Multimodal Technologies and Interactionยท 2025ยท DOI 10.3390/mti9090094

Masalah inti

Kemajuan teknologi yang pesat telah mengubah pendidikan, dengan Augmented Reality (AR) muncul sebagai alat yang memungkinkan interaksi dinamis antara lingkungan fisik dan digital. Karena pendidikan tetap menjadi pilar utama perkembangan intelektual dan sosial, integrasi alat inovatif seperti AR dapat memperkaya pengalaman belajar. Tinjauan sistematis ini, yang dilakukan sesuai pedoman PRISMA, mengkaji penggunaan AR dalam pendidikan, khususnya dengan fokus pada peningkatan pembelajaran kolaboratif di berbagai jenjang pendidikan. Tinjauan ini bertujuan menyintesis penelitian terkini, mengidentifikasi celah metodologis, dan mengusulkan arah untuk penelitian selanjutnya. Para penulis mencatat bahwa meskipun AR telah menarik perhatian karena potensinya meningkatkan keterlibatan dan kolaborasi, basis bukti memerlukan penilaian kritis untuk menginformasikan praktik pedagogi.

Inovasi

Tinjauan ini mengikuti pedoman PRISMA untuk memastikan proses yang sistematis dan transparan. Sebanyak 29 penelitian peer-review yang diterbitkan antara 2010 dan 2024 dipilih berdasarkan kriteria inklusi yang ditetapkan. Penelitian-penelitian tersebut diambil dari basis data utama termasuk Scopus, Web of Science, IEEE Xplore, dan ScienceDirect. Proses seleksi melibatkan penyaringan judul, abstrak, dan teks lengkap untuk memastikan relevansi dengan konteks AR dalam pembelajaran kolaboratif. Ekstraksi data berfokus pada karakteristik penelitian, aplikasi AR, hasil pembelajaran kolaboratif, dan kualitas metodologis. Para penulis menggunakan pendekatan sintesis naratif untuk mengintegrasikan temuan di berbagai jenjang dan latar pendidikan. Kriteria inklusi mensyaratkan penelitian telah melalui peer-review, ditulis dalam bahasa Inggris, dan melaporkan hasil empiris terkait AR dan kolaborasi. Tidak ada meta-analisis yang dilakukan karena heterogenitas desain penelitian dan ukuran hasil.
Pendahuluan
Kemajuan teknologi yang pesat telah mengubah pendidikan, dengan Augmented Reality (AR) muncul sebagai alat yang memungkinkan interaksi dinamis antara lingkungan fisik dan digital. Karena pendidikan tetap menjadi pilar utama perkembangan intelektual dan sosial, integrasi alat inovatif seperti AR dapat memperkaya pengalaman belajar. Tinjauan sistematis ini, yang dilakukan sesuai pedoman PRISMA, mengkaji penggunaan AR dalam pendidikan, khususnya dengan fokus pada peningkatan pembelajaran kolaboratif di berbagai jenjang pendidikan. Tinjauan ini bertujuan menyintesis penelitian terkini, mengidentifikasi celah metodologis, dan mengusulkan arah untuk penelitian selanjutnya. Para penulis mencatat bahwa meskipun AR telah menarik perhatian karena potensinya meningkatkan keterlibatan dan kolaborasi, basis bukti memerlukan penilaian kritis untuk menginformasikan praktik pedagogi.

Mengapa penting

Tinjauan ini mengidentifikasi beberapa celah metodologis dalam penelitian terkini tentang AR dalam pembelajaran kolaboratif. Celah tersebut meliputi pelaporan ukuran sampel yang tidak konsisten, informasi terbatas tentang kuesioner (misalnya validitas dan reliabilitas), serta tidak adanya pendekatan evaluasi yang terstandardisasi. Celah semacam ini menghambat kemampuan untuk menarik kesimpulan yang kuat tentang efektivitas AR dan untuk menggeneralisasi temuan lintas konteks. Para penulis berargumen bahwa penelitian selanjutnya harus mengadopsi desain yang lebih ketat, transparan, dan berlandaskan pedagogi. Ini mencakup pelaporan karakteristik sampel secara jelas, penggunaan instrumen yang tervalidasi, dan penyelarasan intervensi AR dengan teori pembelajaran yang mapan. Tinjauan ini juga menyoroti perlunya studi longitudinal untuk menilai dampak jangka panjang dan penelitian yang mengkaji bagaimana AR memediasi proses kolaboratif seperti negosiasi, pemahaman bersama, dan ko-konstruksi pengetahuan. Meskipun terdapat celah tersebut, sintesis ini menyumbangkan gambaran terstruktur tentang bidang ini, yang menawarkan fondasi untuk penyelidikan yang lebih sistematis. Para penulis mengusulkan peta jalan untuk penelitian selanjutnya yang menekankan ketelitian metodologis, landasan teoretis, dan pelaporan transparan untuk memajukan penelitian dan praktik dalam pembelajaran kolaboratif berbantuan AR.

Siapa yang sebaiknya membaca

Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.

Membuka konten memberโ€ฆ