Jadwal Sholat

Memuat jadwal sholatโ€ฆ

Editorial ilmu komputer

Open AccessOA2026

Kecerdasan Buatan dalam FinTech dan Implikasinya bagi Efisiensi Perdagangan Internasional

Penelitian ini mengkaji bagaimana integrasi AI dalam FinTech meningkatkan efisiensi perdagangan internasional melalui pemrosesan dokumen otomatis, penilaian risiko yang lebih baik, deteksi kecurangan, dan sistem kepatuhan. Penurunan biaya transaksi muncul sebagai faktor mediasi kritis yang menghubungkan inovasi berbasis AI dengan hasil perdagangan yang lebih baik.
Ali Raza; Muhammad Aliยท Inverge Journal of Social Sciencesยท 2026ยท DOI 10.63544/ijss.v5i1.231

Masalah inti

Kemajuan pesat Kecerdasan Buatan (AI) telah mengubah lanskap teknologi finansial (FinTech), dengan implikasi signifikan bagi perdagangan internasional. Penelitian ini menyelidiki peran integrasi AI dalam FinTech dan pengaruhnya terhadap efisiensi perdagangan, dengan fokus pada mekanisme seperti pemrosesan dokumen otomatis, penilaian risiko yang lebih baik, deteksi kecurangan, dan sistem kepatuhan. Penelitian ini menjawab kesenjangan kritis dalam memahami bagaimana solusi FinTech yang digerakkan AI berkontribusi terhadap penurunan biaya transaksi dan kinerja perdagangan secara keseluruhan. Dengan menggunakan analisis kuantitatif, penelitian ini mengevaluasi hubungan antara adopsi AI, variabel efisiensi operasional, dan efisiensi perdagangan internasional. Temuan ini bertujuan memberikan dukungan empiris bagi teori transformasi digital dalam intermediasi keuangan dan menawarkan rekomendasi praktis bagi pembuat kebijakan serta lembaga keuangan yang ingin memanfaatkan teknologi AI untuk meningkatkan efisiensi perdagangan global.

Inovasi

Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif untuk mengkaji dampak integrasi AI dalam FinTech terhadap efisiensi perdagangan internasional. Data dikumpulkan dari berbagai sumber, termasuk lembaga keuangan dan basis data perdagangan, yang mencakup sejumlah negara dan industri. Variabel utama meliputi metrik adopsi AI (misalnya, pemrosesan dokumen otomatis, model machine learning untuk evaluasi kredit), indikator efisiensi operasional (misalnya, waktu pemrosesan transaksi, tingkat kesalahan), dan ukuran efisiensi perdagangan (misalnya, kecepatan pembayaran lintas batas, transparansi regulasi). Teknik statistik seperti analisis regresi dan analisis mediasi digunakan untuk menguji hubungan antar variabel tersebut. Analisis mediasi secara khusus menilai apakah penurunan biaya transaksi memediasi hubungan antara inovasi FinTech berbasis AI dan hasil perdagangan yang lebih baik. Pemeriksaan ketahanan dilakukan untuk memastikan validitas temuan.
Pendahuluan
Kemajuan pesat Kecerdasan Buatan (AI) telah mengubah lanskap teknologi finansial (FinTech), dengan implikasi signifikan bagi perdagangan internasional. Penelitian ini menyelidiki peran integrasi AI dalam FinTech dan pengaruhnya terhadap efisiensi perdagangan, dengan fokus pada mekanisme seperti pemrosesan dokumen otomatis, penilaian risiko yang lebih baik, deteksi kecurangan, dan sistem kepatuhan. Penelitian ini menjawab kesenjangan kritis dalam memahami bagaimana solusi FinTech yang digerakkan AI berkontribusi terhadap penurunan biaya transaksi dan kinerja perdagangan secara keseluruhan. Dengan menggunakan analisis kuantitatif, penelitian ini mengevaluasi hubungan antara adopsi AI, variabel efisiensi operasional, dan efisiensi perdagangan internasional. Temuan ini bertujuan memberikan dukungan empiris bagi teori transformasi digital dalam intermediasi keuangan dan menawarkan rekomendasi praktis bagi pembuat kebijakan serta lembaga keuangan yang ingin memanfaatkan teknologi AI untuk meningkatkan efisiensi perdagangan global.

Mengapa penting

Temuan ini memberikan dukungan empiris yang kuat bagi peran solusi FinTech yang digerakkan AI sebagai pemungkin strategis daya saing di pasar internasional. Dengan meningkatkan kecepatan, keandalan, dan efektivitas biaya operasi pembiayaan perdagangan, integrasi AI secara langsung berkontribusi terhadap peningkatan efisiensi perdagangan. Peran mediasi penurunan biaya transaksi menyoroti pentingnya mekanisme penghematan biaya dalam menghubungkan inovasi AI dengan hasil perdagangan. Hasil ini sejalan dengan teori transformasi digital dalam intermediasi keuangan, yang menekankan potensi disruptif AI dalam proses keuangan tradisional. Penelitian ini juga menegaskan perlunya kerangka regulasi yang mendukung dan pengembangan infrastruktur digital untuk sepenuhnya mewujudkan manfaat AI dalam pembiayaan perdagangan. Implikasi praktisnya mencakup rekomendasi bagi pembuat kebijakan untuk mendorong adopsi AI melalui regulatory sandbox dan bagi lembaga keuangan untuk berinvestasi dalam kapabilitas AI agar tetap kompetitif. Batasan penelitian meliputi ketergantungan pada data sekunder dan fokus pada aplikasi AI tertentu; penelitian selanjutnya harus mengeksplorasi konteks yang lebih luas dan efek longitudinal.

Siapa yang sebaiknya membaca

Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.

Membuka konten memberโ€ฆ