Jadwal Sholat

Memuat jadwal sholatโ€ฆ

Editorial Pertanian & Lingkungan

Open AccessOA2023

Agronomi menjelaskan kesenjangan hasil yang besar di kebun kelapa sawit petani kecil

Rata-rata hasil kelapa sawit di kebun petani kecil di Indonesia hanya mencapai 42% dari tingkat yang dapat dicapai, dengan pengelolaan hara, interval panen, pengendalian gulma, dan pemangkasan diidentifikasi sebagai faktor kunci. Agronomi yang lebih baik dapat meningkatkan produksi pada lahan yang ada, sehingga mengurangi tekanan untuk membuka hutan baru.
J. Monzon; Y. Lim; F. A. Tenorio; R. Farrasati; I. Pradiko; H. Sugianto; C. Donough; J. I. Rattalino Edreira; S. Rahutomo; F. Agus; M. Slingerland; M. Zijlstra; Shofia Saleh; Fakhrizal Nashr; D. Nurdwiansyah; Nadib Ulfaria; N. Winarni; Nurbaya Zulhakim; P. Grassiniยท Agricultural Systemsยท 2023ยท DOI 10.1016/j.agsy.2023.103689

Masalah inti

Minyak sawit merupakan tulang punggung ekonomi pertanian Indonesia, menyediakan pendapatan bagi jutaan petani kecil. Meskipun penting, hasil di kebun petani kecil masih jauh di bawah potensinya. Sementara banyak perhatian difokuskan pada bahan tanam sebagai faktor pembatas, peran pengelolaan agronomi relatif terabaikan. Penelitian ini mengatasi kesenjangan tersebut dengan mengukur kesenjangan hasil dan mengidentifikasi praktik pengelolaan yang menjelaskan produktivitas rendah di kebun kelapa sawit petani kecil mandiri di seluruh Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menginformasikan strategi intensifikasi berkelanjutan, memungkinkan petani memproduksi lebih banyak pada perkebunan yang ada dan mengurangi tekanan untuk membuka lahan baru.

Inovasi

Penelitian ini mengumpulkan data selama dua tahun dari 977 kebun petani kecil, mencatat hasil tandan buah segar (TBS) dan praktik pengelolaan. Untuk setiap kebun, kesenjangan hasil dihitung sebagai selisih antara hasil aktual dan hasil yang dapat dicapai. Hasil yang dapat dicapai diperkirakan menggunakan model tanaman yang memasukkan kondisi cuaca lokal, sifat tanah spesifik kebun, dan umur pohon. Teknik statistik kemudian diterapkan untuk mengidentifikasi faktor agronomi mana yang paling kuat terkait dengan kesenjangan hasil. Pendekatan tingkat kebun yang robust ini memungkinkan peneliti memisahkan pengaruh pengelolaan dari pengaruh lingkungan dan umur pohon.
Pendahuluan
Minyak sawit merupakan tulang punggung ekonomi pertanian Indonesia, menyediakan pendapatan bagi jutaan petani kecil. Meskipun penting, hasil di kebun petani kecil masih jauh di bawah potensinya. Sementara banyak perhatian difokuskan pada bahan tanam sebagai faktor pembatas, peran pengelolaan agronomi relatif terabaikan. Penelitian ini mengatasi kesenjangan tersebut dengan mengukur kesenjangan hasil dan mengidentifikasi praktik pengelolaan yang menjelaskan produktivitas rendah di kebun kelapa sawit petani kecil mandiri di seluruh Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menginformasikan strategi intensifikasi berkelanjutan, memungkinkan petani memproduksi lebih banyak pada perkebunan yang ada dan mengurangi tekanan untuk membuka lahan baru.

Mengapa penting

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan agronomi yang lebih baik dapat secara substansial meningkatkan hasil dan keuntungan bagi petani kecil pada perkebunan yang ada. Menutup kesenjangan hasil akan memungkinkan Indonesia memproduksi lebih banyak minyak sawit tanpa memperluas area budidaya, sehingga mengurangi tekanan deforestasi. Hal ini memiliki implikasi ekonomi positif dari tingkat lokal hingga nasional. Penelitian ini menekankan perlunya program penelitian dan penyuluhan untuk mengarahkan kembali fokus mereka pada pengelolaan agronomi, memberikan petani pengetahuan dan alat untuk mengadopsi praktik yang lebih baik. Pergeseran semacam itu dapat meningkatkan keberlanjutan dan daya saing produksi kelapa sawit petani kecil.

Siapa yang sebaiknya membaca

Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.

Membuka konten memberโ€ฆ