Editorial Pendidikan
Open AccessOA2022
Tinjauan Sistematis Technology Acceptance Model untuk Keberlanjutan Pendidikan Tinggi selama Pandemi COVID-19 dan Celah Penelitian yang Teridentifikasi
Tinjauan sistematis ini menganalisis 104 studi tentang Technology Acceptance Model (TAM) di pendidikan tinggi selama COVID-19, mengidentifikasi variabel eksternal utama, tren metodologi, dan celah penelitian. Tinjauan ini menyoroti dominasi self-efficacy dan norma subjektif, kebutuhan akan sampel dan metode yang beragam, serta teknologi yang sedang berkembang sebagai jalur penelitian mendatang.
Mohd Shafie Rosli; Nor Shela Saleh; Azlah Md. Ali; Suaibah Abu Bakar; Lokman Mohd Tahirยท Sustainabilityยท 2022ยท DOI 10.3390/su141811389
Masalah inti
Technology Acceptance Model (TAM) telah menjadi landasan dalam memahami adopsi teknologi di pendidikan tinggi selama lebih dari tiga dekade. Pandemi COVID-19 mempercepat penelitian TAM ketika institusi beralih dengan cepat ke pembelajaran daring. Namun, lonjakan ini menciptakan pemahaman yang terfragmentasi tentang kemajuan TAM. Penelitian ini bertujuan meninjau secara sistematis literatur TAM selama pandemi untuk mengidentifikasi tren, variabel eksternal, metodologi, teknologi yang diteliti, dan fokus geografis. Tujuannya adalah mengungkap celah penelitian dan memberikan arah bagi penelitian TAM mendatang dalam keberlanjutan pendidikan tinggi.
Inovasi
Tinjauan sistematis dilakukan mengikuti pedoman PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses). Sebanyak 104 publikasi sampel dianalisis. Tinjauan ini berfokus pada ekstraksi data terkait variabel eksternal yang diintegrasikan ke dalam TAM, teknik analisis statistik, metodologi penelitian (kualitatif, kuantitatif, campuran), jenis teknologi yang diteliti, dan lokasi geografis penelitian. Proses seleksi memastikan representasi komprehensif studi TAM di pendidikan tinggi selama pandemi COVID-19.
Pendahuluan
Technology Acceptance Model (TAM) telah menjadi landasan dalam memahami adopsi teknologi di pendidikan tinggi selama lebih dari tiga dekade. Pandemi COVID-19 mempercepat penelitian TAM ketika institusi beralih dengan cepat ke pembelajaran daring. Namun, lonjakan ini menciptakan pemahaman yang terfragmentasi tentang kemajuan TAM. Penelitian ini bertujuan meninjau secara sistematis literatur TAM selama pandemi untuk mengidentifikasi tren, variabel eksternal, metodologi, teknologi yang diteliti, dan fokus geografis. Tujuannya adalah mengungkap celah penelitian dan memberikan arah bagi penelitian TAM mendatang dalam keberlanjutan pendidikan tinggi.
Mengapa penting
Temuan menunjukkan bahwa penelitian TAM selama pandemi telah ekstensif tetapi terkonsentrasi pada variabel dan metodologi tertentu. Ketergantungan pada sampel mahasiswa dan metode kuantitatif membatasi generalisasi hasil. Pengabaian motivasi internal dan teknologi yang sedang berkembang merupakan celah signifikan. Konsentrasi geografis di Asia menunjukkan kebutuhan akan konteks budaya yang lebih beragam. Penelitian mendatang harus mengeksplorasi TAM pada populasi yang berbeda, menggunakan metode campuran, dan menyelidiki penerimaan teknologi mutakhir. Tinjauan ini memberikan fondasi untuk memperluas TAM guna menjawab lanskap keberlanjutan pendidikan tinggi yang terus berkembang.
Siapa yang sebaiknya membaca
Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.
Membuka konten memberโฆ