Editorial ilmu komputer
Open AccessOA2025
Tinjauan literatur tentang penerapan machine learning dalam antropologi forensik
Tinjauan sistematis ini menganalisis 167 makalah tentang machine learning dalam antropologi forensik dari 1987 hingga 2024, menunjukkan penerapan yang luas pada profil biologis dan analisis trauma, serta menyerukan peningkatan transparansi dan validasi pada elemen skeletal yang kurang dimanfaatkan.
Eman Faisal; Tracy L. Rogersยท Forensic Science Internationalยท 2025ยท DOI 10.1016/j.forsciint.2025.112579
Masalah inti
Model machine learning (ML) mengalami lonjakan penerapan dalam antropologi forensik selama setengah dekade terakhir. Memahami konteks penerapan ini sangat penting untuk memajukan bidang tersebut. Makalah ini bertujuan memberikan gambaran menyeluruh tentang keadaan terkini penerapan ML dalam antropologi forensik melalui tinjauan sistematis atas literatur. Tinjauan ini menyajikan ringkasan deskriptif, bukan analisis kritis mendalam terhadap ketangguhan metodologis, dengan fokus pada cakupan dan keragaman penerapan.
Inovasi
Penelusuran literatur sistematis dilakukan menggunakan basis data Scopus dan Web of Science, mencakup publikasi dari 1987 hingga 2024. Studi dimasukkan jika memiliki fokus antropologi forensik dan menerapkan metode machine learning. Setelah menerapkan kriteria eksklusi, sebanyak 167 makalah dipilih untuk dianalisis. Tinjauan ini mengekstraksi informasi tentang jenis model ML yang digunakan, elemen skeletal yang dianalisis, serta aspek profil biologis dan analisis trauma yang dibahas.
Pendahuluan
Model machine learning (ML) mengalami lonjakan penerapan dalam antropologi forensik selama setengah dekade terakhir. Memahami konteks penerapan ini sangat penting untuk memajukan bidang tersebut. Makalah ini bertujuan memberikan gambaran menyeluruh tentang keadaan terkini penerapan ML dalam antropologi forensik melalui tinjauan sistematis atas literatur. Tinjauan ini menyajikan ringkasan deskriptif, bukan analisis kritis mendalam terhadap ketangguhan metodologis, dengan fokus pada cakupan dan keragaman penerapan.
Mengapa penting
Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun ML telah berhasil diterapkan pada berbagai tugas antropologi forensik, penggunaannya perlu diperluas ke elemen skeletal yang kurang dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan pengenalan pola dan memvalidasi penilaian forensik. Memvalidasi model ML pada elemen skeletal yang jarang dianalisis dapat memperluas rentang elemen skeletal yang tersedia untuk upaya identifikasi dan repatriasi. Lebih lanjut, tinjauan ini menekankan pentingnya memberikan deskripsi rinci tentang penerapan ML untuk meningkatkan transparansi, interpretabilitas, dan validasi lebih lanjut dalam penilaian antropologi forensik. Penelitian selanjutnya harus berfokus pada area-area ini untuk mengoptimalkan kegunaan ML di bidang tersebut.
Siapa yang sebaiknya membaca
Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.
Membuka konten memberโฆ