Jadwal Sholat

Memuat jadwal sholatโ€ฆ

Editorial Humaniora

Open AccessOA2026

Tinjauan Literatur tentang Rekonstruksi Filsafat Pendidikan Islam di Era Digital: Antara Kearifan Klasik dan Etika AI

Tinjauan literatur ini mengkaji bagaimana integrasi AI ke dalam pendidikan menuntut rekonstruksi filsafat pendidikan Islam. Kajian ini mengusulkan kerangka Digital-Humanistik yang memadukan kearifan Islam klasik dengan etika AI kontemporer, memosisikan teknologi sebagai pelayan nilai dan manusia sebagai subjek moral.
Evi Juliyanti; Iskandar Iskandar; Latifur Rahmi; F. Zohraยท DIAJAR Jurnal Pendidikan dan Pembelajaranยท 2026ยท DOI 10.54259/diajar.v5i1.6781

Masalah inti

Perkembangan pesat teknologi digital dan Artificial Intelligence (AI) menghadirkan tantangan epistemik, etis, dan ontologis yang mendorong rekonstruksi filsafat pendidikan Islam agar tetap relevan di era disrupsi dan posthumanisme digital. Seiring AI semakin terintegrasi ke dalam proses pembelajaran, produksi pengetahuan, dan pengambilan keputusan pendidikan, pemahaman mendasar tentang manusia, pengetahuan, dan nilai turut dibentuk ulang. Kajian konseptual ini bertujuan merumuskan kembali fondasi ontologis, epistemologis, dan aksiologis pendidikan Islam sebagai respons terhadap teknologi cerdas. Urgensinya bersumber dari kebutuhan untuk menjaga inti filsafat pendidikan Islam sekaligus terlibat secara kritis dengan kemajuan teknologi kontemporer.

Inovasi

Kajian ini menggunakan tinjauan literatur kritis atas karya-karya ilmiah yang diterbitkan antara 2020 dan 2025 tentang filsafat pendidikan Islam, etika teknologi, dan wacana AI kontemporer. Tinjauan ini bersumber dari perspektif Barat serta pemikiran Islam klasik dan modern, sehingga menjamin analisis yang komprehensif dan berimbang. Pendekatan metodologisnya meliputi identifikasi, evaluasi, dan sintesis literatur yang relevan untuk membangun kerangka filosofis yang koheren. Metode tinjauan kritis ini memungkinkan integrasi berbagai sudut pandang dan pengembangan pemahaman yang bernuansa tentang tantangan dan peluang yang ditimbulkan AI dalam pendidikan Islam.
Pendahuluan
Perkembangan pesat teknologi digital dan Artificial Intelligence (AI) menghadirkan tantangan epistemik, etis, dan ontologis yang mendorong rekonstruksi filsafat pendidikan Islam agar tetap relevan di era disrupsi dan posthumanisme digital. Seiring AI semakin terintegrasi ke dalam proses pembelajaran, produksi pengetahuan, dan pengambilan keputusan pendidikan, pemahaman mendasar tentang manusia, pengetahuan, dan nilai turut dibentuk ulang. Kajian konseptual ini bertujuan merumuskan kembali fondasi ontologis, epistemologis, dan aksiologis pendidikan Islam sebagai respons terhadap teknologi cerdas. Urgensinya bersumber dari kebutuhan untuk menjaga inti filsafat pendidikan Islam sekaligus terlibat secara kritis dengan kemajuan teknologi kontemporer.

Mengapa penting

Kajian ini mengusulkan Filsafat Pendidikan Islam Digital-Humanistik yang memadukan kearifan Islam klasik dengan etika AI kontemporer. Kerangka ini menegaskan keutamaan nilai atas teknologi, memosisikan teknologi sebagai pelayan nilai, dan menempatkan manusia sebagai inti pendidikan serta tanggung jawab moral di era digital. Analisis ini menegaskan bahwa meskipun AI dapat meningkatkan proses pendidikan, AI harus dipandu oleh prinsip etis yang bersumber dari tradisi Islam. Filsafat yang diusulkan ini menjawab dimensi ontologis, epistemologis, dan aksiologis, menawarkan pendekatan holistik untuk merekonstruksi filsafat pendidikan Islam di era digital. Kajian ini menekankan pentingnya menjaga martabat manusia dan nilai-nilai spiritual di tengah kemajuan teknologi.

Siapa yang sebaiknya membaca

Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.

Membuka konten memberโ€ฆ