Editorial Ilmu Komputer & AI
Open AccessOA2022
Perspektif Ilmu Komputer tentang Transformasi Digital dalam Produksi
Artikel ini menguraikan tantangan Ilmu Komputer untuk mewujudkan Internet of Production, sebuah visi yang memperluas IIoT dengan Digital Shadows dan World Wide Lab. Artikel ini mengusulkan peta jalan penelitian empat lapis untuk memungkinkan pertukaran data lintas domain dan optimasi berbasis AI dalam manufaktur.
P. Brauner; M. Dalibor; M. Jarke; Ike Kunze; I. Koren; G. Lakemeyer; M. Liebenberg; Judith Michael; J. Pennekamp; C. Quix; Bernhard Rumpe; Wil M.P. van der Aalst; Klaus Wehrle; A. Wortmann; M. Ziefleยท ACM Trans. Internet Thingsยท 2022ยท DOI 10.1145/3502265
Masalah inti
Industrial Internet-of-Things (IIoT) menjanjikan perbaikan signifikan bagi industri manufaktur dengan memfasilitasi integrasi sistem manufaktur melalui Digital Twins. Namun, tuntutan ekologis dan ekonomis juga menuntut keterkaitan lintas domain dari berbagai perspektif ilmiah mulai dari ilmu material, teknik, operasi, bisnis, hingga ergonomi, karena peluang optimasi dapat diturunkan dari salah satu perspektif tersebut. Untuk memperluas IIoT menjadi Internet of Production yang sebenarnya, diperlukan dua konsep: pertama, jaringan Digital Shadows yang kompleks dan saling terkait yang menggabungkan model spesifik domain dengan metode AI berbasis data; dan kedua, integrasi sejumlah besar laboratorium penelitian, situs teknik, dan situs produksi sebagai World Wide Lab yang menawarkan pertukaran terkendali atas data terpilih yang relevan bagi inovasi bahkan lintas batas perusahaan. Dalam artikel ini, kami mendefinisikan tantangan Ilmu Komputer yang tersirat dari konsep-konsep baru tersebut dalam empat lapis: Antarmuka manusia yang cerdas menyediakan akses ke informasi yang dihasilkan oleh AI terintegrasi model. Mengingat besarnya variasi data manufaktur, teknik pemodelan data baru harus memungkinkan pengelolaan Digital Shadows secara efisien, yang didukung oleh infrastruktur yang saling terhubung. Berdasarkan analisis rinci atas tantangan-tantangan ini, kami menurunkan peta jalan penelitian yang tersistematisasi untuk mewujudkan visi Internet of Production.
Inovasi
Penulis mengadopsi pendekatan konseptual dan analitis untuk mengidentifikasi dan menyusun tantangan Ilmu Komputer bagi Internet of Production. Mereka menganalisis persyaratan yang diturunkan dari visi pengintegrasian Digital Shadows dan World Wide Lab, lalu mengorganisasi tantangan-tantangan tersebut ke dalam empat lapis yang berbeda: Antarmuka manusia yang cerdas, AI terintegrasi model, pemodelan data untuk Digital Shadows, dan infrastruktur yang saling terhubung. Kerangka berlapis ini menjadi dasar bagi peta jalan penelitian yang tersistematisasi. Metodologi ini melibatkan pemeriksaan rinci setiap lapis, dengan mempertimbangkan interaksi antara model spesifik domain, metode AI berbasis data, dan kebutuhan akan pertukaran data terkendali lintas batas organisasi. Penulis menyintesis wawasan dari berbagai disiplin untuk memastikan perspektif yang komprehensif tentang transformasi digital dalam produksi.
Pendahuluan
Industrial Internet-of-Things (IIoT) menjanjikan perbaikan signifikan bagi industri manufaktur dengan memfasilitasi integrasi sistem manufaktur melalui Digital Twins. Namun, tuntutan ekologis dan ekonomis juga menuntut keterkaitan lintas domain dari berbagai perspektif ilmiah mulai dari ilmu material, teknik, operasi, bisnis, hingga ergonomi, karena peluang optimasi dapat diturunkan dari salah satu perspektif tersebut. Untuk memperluas IIoT menjadi Internet of Production yang sebenarnya, diperlukan dua konsep: pertama, jaringan Digital Shadows yang kompleks dan saling terkait yang menggabungkan model spesifik domain dengan metode AI berbasis data; dan kedua, integrasi sejumlah besar laboratorium penelitian, situs teknik, dan situs produksi sebagai World Wide Lab yang menawarkan pertukaran terkendali atas data terpilih yang relevan bagi inovasi bahkan lintas batas perusahaan. Dalam artikel ini, kami mendefinisikan tantangan Ilmu Komputer yang tersirat dari konsep-konsep baru tersebut dalam empat lapis: Antarmuka manusia yang cerdas menyediakan akses ke informasi yang dihasilkan oleh AI terintegrasi model. Mengingat besarnya variasi data manufaktur, teknik pemodelan data baru harus memungkinkan pengelolaan Digital Shadows secara efisien, yang didukung oleh infrastruktur yang saling terhubung. Berdasarkan analisis rinci atas tantangan-tantangan ini, kami menurunkan peta jalan penelitian yang tersistematisasi untuk mewujudkan visi Internet of Production.
Mengapa penting
Penulis membahas implikasi dari tantangan-tantangan ini dan menurunkan peta jalan penelitian yang tersistematisasi. Mereka menekankan bahwa Internet of Production melampaui IIoT karena menuntut keterkaitan lintas domain dari berbagai perspektif ilmiah, termasuk ilmu material, teknik, operasi, bisnis, dan ergonomi. Konsep Digital Shadows menjadi sentral karena memungkinkan penggabungan model spesifik domain dengan metode AI berbasis data, sehingga membuka peluang optimasi dari berbagai perspektif. Konsep World Wide Lab menjawab kebutuhan akan pertukaran data terkendali lintas batas perusahaan, yang esensial bagi inovasi. Peta jalan penelitian ini menguraikan langkah-langkah untuk menangani tantangan yang teridentifikasi, termasuk pengembangan antarmuka manusia yang cerdas, teknik pemodelan data yang canggih, dan infrastruktur yang saling terhubung yang kokoh. Penulis menyimpulkan bahwa mewujudkan Internet of Production memerlukan upaya kolaboratif dan interdisipliner serta pendekatan sistematis dalam penelitian dan pengembangan.
Siapa yang sebaiknya membaca
Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.
Membuka konten memberโฆ