Editorial Ekonomi & Bisnis
Open AccessOA2024
Ekonomi komparatif pertanian alami dan pertanian konvensional pada budidaya padi di Arunachal Pradesh
Pertanian alami padi di Arunachal Pradesh menurunkan total biaya budidaya sebesar 29,49% dan menghasilkan laba bersih yang jauh lebih tinggi dibandingkan pertanian konvensional, meskipun hasil dan laba kotor lebih rendah. Studi ini juga menyoroti variasi tenaga kerja berbasis gender, dengan pertanian alami lebih padat tenaga kerja dan pemanfaatan tenaga kerja perempuan melebihi laki-laki pada kedua sistem.
S. Athawale; Ram Singh; LD Hatai; B. S. Bey; N. A. Singh; RJ Singh; L. Hemochandraยท ORYZA- An International Journal on Riceยท 2024ยท DOI 10.35709/ory.2024.61.2.9
Masalah inti
Padi adalah tanaman pangan utama di Arunachal Pradesh, dan pertanian tetap menjadi mata pencaharian utama penduduknya. Studi ini berfokus pada distrik Siang Timur, yang dipilih secara purposif karena ketergantungannya yang besar pada pertanian, dengan padi sebagai tanaman utama. Tujuannya adalah membandingkan ekonomi pertanian alami dan pertanian konvensional padi, dengan menelaah biaya, laba, dan dinamika tenaga kerja. Laju pertumbuhan luas panen, produksi, dan produktivitas di tingkat dunia, India, distrik Siang Timur, dan Arunachal Pradesh semuanya positif, yang menunjukkan sektor padi yang berkembang. Konteks ini menegaskan pentingnya memahami kelayakan ekonomi dari praktik pertanian yang berbeda.
Inovasi
Data primer dikumpulkan dari 45 responden yang menjalankan pertanian alami dan 45 yang menjalankan pertanian konvensional, total 90 responden, untuk musim kharif 2022-23. Studi ini menggunakan analisis ekonomi komparatif, dengan fokus pada komponen biaya seperti tenaga kerja sapi, tenaga kerja mesin, benih, dan perlindungan tanaman. Uji statistik digunakan untuk mengidentifikasi perbedaan signifikan antara kedua sistem pertanian. Analisis juga menelaah pola pemanfaatan tenaga kerja, termasuk variasi berbasis gender. Data dianalisis untuk menghitung total biaya, laba kotor, laba bersih, dan perbedaan hasil per hektare.
Pendahuluan
Padi adalah tanaman pangan utama di Arunachal Pradesh, dan pertanian tetap menjadi mata pencaharian utama penduduknya. Studi ini berfokus pada distrik Siang Timur, yang dipilih secara purposif karena ketergantungannya yang besar pada pertanian, dengan padi sebagai tanaman utama. Tujuannya adalah membandingkan ekonomi pertanian alami dan pertanian konvensional padi, dengan menelaah biaya, laba, dan dinamika tenaga kerja. Laju pertumbuhan luas panen, produksi, dan produktivitas di tingkat dunia, India, distrik Siang Timur, dan Arunachal Pradesh semuanya positif, yang menunjukkan sektor padi yang berkembang. Konteks ini menegaskan pentingnya memahami kelayakan ekonomi dari praktik pertanian yang berbeda.
Mengapa penting
Temuan ini menunjukkan bahwa pertanian alami dapat lebih unggul secara ekonomi dibandingkan pertanian konvensional untuk budidaya padi di Arunachal Pradesh, terutama karena biaya input yang lebih rendah. Laba bersih yang lebih tinggi, meskipun hasil lebih rendah, menyoroti potensi pertanian alami untuk meningkatkan profitabilitas petani kecil. Variasi tenaga kerja berbasis gender menunjukkan bahwa pertanian alami dapat memiliki implikasi berbeda terhadap alokasi tenaga kerja, dengan perempuan menyumbang porsi tenaga kerja yang lebih besar. Hal ini dapat menjadi masukan bagi intervensi kebijakan yang bertujuan mendorong pertanian berkelanjutan sekaligus menangani kesetaraan gender. Laju pertumbuhan positif pada luas panen, produksi, dan produktivitas semakin mendukung kelayakan budidaya padi di wilayah ini. Namun, studi ini terbatas pada distrik Siang Timur dan musim kharif 2022-23, sehingga generalisasi perlu dilakukan dengan hati-hati. Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi keberlanjutan jangka panjang dan skalabilitas praktik pertanian alami.
Siapa yang sebaiknya membaca
Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.
Membuka konten memberโฆ