Editorial Pertanian & Lingkungan
Open AccessOA2024
Studi kasus dampak perubahan iklim masa depan terhadap hasil kedelai dan langkah penanggulangannya di Kota Fujin, Provinsi Heilongjiang, Tiongkok
Penelitian ini mengevaluasi dampak perubahan iklim masa depan terhadap hasil kedelai di Kota Fujin, Provinsi Heilongjiang, Tiongkok, menggunakan model CROPGRO-soybean pada skenario RCP4.5 dan RCP8.5. Hasil menunjukkan bahwa perubahan iklim akan berdampak positif terhadap hasil kedelai karena pemupukan CO2, dan praktik pengelolaan optimal seperti memajukan tanggal tanam serta irigasi tambahan dapat lebih meningkatkan hasil.
Yue Li; Jun Chang; Xi-Ning Gao; Lei Zhang; Liwei Wang; Chuanyou Renยท Frontiers in Agronomyยท 2024ยท DOI 10.3389/fagro.2024.1257830
Masalah inti
Perubahan iklim global menimbulkan dampak besar terhadap pertumbuhan, perkembangan, dan hasil tanaman. Produksi kedelai di Tiongkok Timur Laut, yang merupakan salah satu daerah produksi kedelai dominan tradisional di Tiongkok, sangat penting untuk mengembangkan industri kedelai domestik dan mengurangi ketergantungan pada kedelai impor. Oleh karena itu, mengevaluasi dampak perubahan iklim masa depan terhadap hasil kedelai di Tiongkok Timur Laut dan mengusulkan langkah adaptasi yang wajar menjadi krusial. Dalam penelitian ini, kami mengambil Kota Fujin, Provinsi Heilongjiang, di Tiongkok Timur Laut sebagai contoh, dan menggunakan model CROPGRO-soybean dalam DSSAT (Decision Support System for Agrotechnology Transfer) untuk menyimulasikan dampak perubahan iklim masa depan terhadap hasil kedelai pada empat periode, yaitu 2020-an (2021-2030), 2030-an (2031-2040), 2040-an (2041-2050), dan 2050-an (2051-2060) pada dua skenario representative concentration pathway (RCP) (RCP4.5 dan RCP8.5), serta menentukan praktik pengelolaan agronomi terbaik.
Inovasi
Penelitian ini memanfaatkan model CROPGRO-soybean dalam kerangka DSSAT, yang telah dikalibrasi dan divalidasi untuk wilayah penelitian. Data meteorologi pada skenario iklim masa depan RCP4.5 dan RCP8.5 diperoleh dari model iklim regional PRECIS. Simulasi model dilakukan untuk empat periode masa depan: 2020-an (2021-2030), 2030-an (2031-2040), 2040-an (2041-2050), dan 2050-an (2051-2060). Periode dasar adalah 1986-2005. Analisis difokuskan pada perubahan suhu rata-rata, curah hujan kumulatif, dan radiasi matahari kumulatif selama musim tanam. Selain itu, tanggal tanam optimal dan jumlah irigasi tambahan ditentukan pada setiap skenario.
Pendahuluan
Perubahan iklim global menimbulkan dampak besar terhadap pertumbuhan, perkembangan, dan hasil tanaman. Produksi kedelai di Tiongkok Timur Laut, yang merupakan salah satu daerah produksi kedelai dominan tradisional di Tiongkok, sangat penting untuk mengembangkan industri kedelai domestik dan mengurangi ketergantungan pada kedelai impor. Oleh karena itu, mengevaluasi dampak perubahan iklim masa depan terhadap hasil kedelai di Tiongkok Timur Laut dan mengusulkan langkah adaptasi yang wajar menjadi krusial. Dalam penelitian ini, kami mengambil Kota Fujin, Provinsi Heilongjiang, di Tiongkok Timur Laut sebagai contoh, dan menggunakan model CROPGRO-soybean dalam DSSAT (Decision Support System for Agrotechnology Transfer) untuk menyimulasikan dampak perubahan iklim masa depan terhadap hasil kedelai pada empat periode, yaitu 2020-an (2021-2030), 2030-an (2031-2040), 2040-an (2041-2050), dan 2050-an (2051-2060) pada dua skenario representative concentration pathway (RCP) (RCP4.5 dan RCP8.5), serta menentukan praktik pengelolaan agronomi terbaik.
Mengapa penting
Pada kondisi iklim masa depan, praktik pengelolaan agronomi, seperti memajukan tanggal tanam dan irigasi tambahan pada tahap kunci pertumbuhan kedelai, akan meningkatkan hasil kedelai dan membuat pertumbuhan kedelai lebih adaptif terhadap perubahan iklim masa depan. Dampak positif perubahan iklim terhadap hasil kedelai sebagian besar disebabkan oleh efek pemupukan CO2, yang meningkatkan fotosintesis dan efisiensi penggunaan air. Namun, manfaatnya berbeda antar skenario, dengan RCP8.5 menunjukkan peningkatan hasil yang lebih besar karena konsentrasi CO2 dan kenaikan suhu yang lebih tinggi. Strategi adaptasi yang direkomendasikan meliputi penyesuaian tanggal tanam menjadi lebih awal dalam musim dan penerapan irigasi tambahan selama tahap pertumbuhan kritis. Langkah-langkah ini dapat membantu petani di Tiongkok Timur Laut mempertahankan bahkan meningkatkan produksi kedelai pada kondisi iklim masa depan.
Siapa yang sebaiknya membaca
Pembaca Research Digest dan praktisi rumpun ini.
Membuka konten memberโฆ