Dominasi panjang IBM di sektor infrastruktur perbankan dan pemerintahan menghadapi tantangan eksistensial dari gelombang kecerdasan buatan generatif. Berdasarkan laporan The Independent pada 24 Februari 2026, saham International Business Machines (IBM) mencatatkan penurunan harian tertajam dalam 25 tahun terakhir, yakni sebesar 13,2%. Kejatuhan ini dipicu oleh pengumuman startup AI, Anthropic, yang memperkenalkan alat Claude Code dengan kemampuan untuk memodernisasi bahasa pemrograman COBOL yang selama ini menjadi tulang punggung sistem mainframe IBM.
Otomatisasi Warisan Digital: Ancaman bagi Model Konsultasi
COBOL (Common Business-Oriented Language) telah lama dianggap sebagai "bahasa abadi" yang sulit digantikan karena kompleksitasnya dalam mengelola transaksi keuangan skala besar. Secara teknis, modernisasi sistem COBOL biasanya membutuhkan waktu bertahun-tahun dan ribuan konsultan untuk memetakan alur kerja secara manual. Namun, Anthropic mengklaim bahwa Claude Code dapat mengotomatisasi fase eksplorasi dan analisis tersebut, memangkas waktu pembaruan kode dari hitungan tahun menjadi hanya beberapa kuartal saja.
Pasar merespons pengumuman ini sebagai ancaman langsung terhadap pendapatan konsultasi IBM yang stabil. Selain IBM, penurunan saham juga merembet ke sektor keamanan siber lainnya karena kekhawatiran investor akan disrupsi lapisan aplikasi oleh alat AI Anthropic yang kian otonom. Di sisi lain, CEO Anthropic Dario Amodei juga menghadapi tekanan politik; ia dipanggil ke Pentagon untuk membahas batasan penggunaan militer atas teknologi Claude, menunjukkan bahwa kemampuan pengodean AI ini kini telah menjadi aset strategis yang diawasi ketat oleh pemerintah Amerika Serikat.
Evolusi atau Disrupsi Total?
Meskipun IBM memiliki keunggulan dalam stabilitas sistem, kemampuan AI untuk memahami dan menerjemahkan bahasa pemrograman "warisan" secara akurat menandai titik balik dalam industri TI. Jika Claude Code terbukti efektif di lapangan, era ketergantungan pada infrastruktur mainframe tradisional mungkin akan segera berakhir. Kini, tantangan bagi IBM adalah bagaimana mereka dapat beradaptasi dan mengintegrasikan kekuatan AI serupa ke dalam ekosistem mereka sendiri sebelum disrupsi eksternal ini secara permanen menggerus pangsa pasar mereka di tahun 2026.




