MILANO — Menjelang Olimpiade Musim Dingin 2026, salju bukan satu-satunya hal yang dingin. Perang kata-kata kembali meletus antara aktivis politik Enes Kanter Freedom dan sensasi ski global, Eileen Gu. Mantan pemain NBA tersebut tidak menahan diri, menyebut keputusan Gu untuk tetap membela Tiongkok sebagai tindakan "oportunis yang tidak bermoral".
Konfrontasi: Idealismen vs Pragmatisme
"Menolak bungkam demi kontrak sepatu. Mengkritik pelanggaran HAM tanpa pandang bulu."
"Menjembatani budaya lewat olahraga. Diam dalam politik, keras dalam prestasi."
Inti Kritik Kanter
Kanter berargumen bahwa Gu menikmati kebebasan Barat sambil mendukung rezim yang ia klaim menindas kebebasan tersebut. Bagi Kanter, sikap "diam" Gu terhadap isu-isu politik adalah bentuk keterlibatan pasif.
Analisis Motivasi: Mengapa Tetap Tiongkok?
| Sisi Bisnis (Brand Gu) | Sisi Olahraga (Kompetisi) |
|---|---|
| Pasar Tiongkok memiliki 1,4 miliar orang. Menjadi wajah olahraga musim dingin di sana memberikan keuntungan finansial (endorsement Louis Vuitton, Red Bull, dll) yang jauh melebihi pasar AS yang sudah jenuh. | Gu diperlakukan bak dewi di Tiongkok. Di AS, dia hanya akan menjadi "salah satu dari banyak atlet hebat". Pilihan ini memberinya status selebriti tingkat tertinggi. |
Sementara Gu bersiap meluncur di lereng Italia untuk mempertahankan medali emasnya, bayang-bayang kritik politik ini dipastikan akan mengikuti setiap jejak skinya.




