Di era tinju modern yang sering kali didikte oleh negosiasi bayaran yang alot, sebuah pengakuan langka muncul dari Nottingham. Laporan eksklusif dari BoxingScene pada 17 Februari 2026 mengungkapkan bahwa Leigh Wood telah mengambil langkah drastis dengan menerima pemotongan bayaran yang signifikan (big pay cut) demi merealisasikan pertarungan ulang melawan rival abadinya, Josh Warrington. Duel yang dijadwalkan berlangsung Sabtu ini, 21 Februari 2026, di Motorpoint Arena bukan lagi sekadar soal sabuk juara, melainkan tentang warisan (legacy) dan penyelesaian dendam yang tertunda selama lebih dari dua tahun.
Uang vs Kebanggaan: Mengapa Wood Mengalah?
Fokus utama dari keputusan finansial Wood ini berakar pada ketidakpuasan publik atas kemenangan kontroversialnya pada Oktober 2023. Meskipun Wood menang TKO di ronde ke-7 saat itu, narasi yang berkembang adalah Warrington sedang unggul di kartu skor sebelum "palu godam" Wood mendarat. Dengan memangkas tuntutan gajinya, Wood ingin mengirim pesan jelas: ia membutuhkan kemenangan yang meyakinkan tanpa keraguan (no doubt) untuk memvalidasi kariernya sebelum gantung sarung tinju.
Bagi promotor Eddie Hearn, laga bertajuk "Last Man Standing" ini adalah pertaruhan besar. Kedua petinju kini berusia pertengahan 30-an—Wood 37 tahun dan Warrington 35 tahun—dan sama-sama datang dari kekalahan melawan Anthony Cacace di tahun-tahun sebelumnya. Ini adalah skenario "menang atau pensiun". Intensitas permusuhan mereka, ditambah dengan atmosfer Nottingham yang dipastikan bermusuhan bagi Warrington, menjadikan ini salah satu derbi domestik Inggris paling panas dalam dekade ini.
Babak Akhir Rivalitas Inggris
Pengakuan Wood ini menambah lapisan emosional pada pertarungan Sabtu nanti. Ia tidak bertarung demi mempertebal dompet, melainkan demi kehormatan di hadapan pendukungnya sendiri. Fokus dunia tinju kini tertuju pada apakah pengorbanan finansial ini akan terbayar lunas dengan performa dominan di atas ring, atau justru menjadi epilog pahit bagi salah satu petinju paling "membumi" di Inggris. Bagi Warrington, ini adalah kesempatan emas untuk membuktikan bahwa penghentian wasit di pertemuan pertama adalah sebuah kesalahan fatal.




