CLEVELAND — Dalam ekosistem media NBA modern, opini kontroversial adalah mata uang paling berharga. Lonzo Ball, yang kini aktif sebagai podcaster, baru saja "mencairkan cek" besar dengan pernyataannya tentang sejarah kelam Cleveland Cavaliers. Ball berargumen bahwa tim Cavs musim 2010-11—yang terkenal karena ditinggal LeBron James dan kalah 26 kali berturut-turut—sebenarnya bukanlah tim yang buruk. Sebuah klaim yang membuat siapa pun yang menonton NBA di tahun 2011 mengernyitkan dahi.
Analisis: Revisi Sejarah ala Lonzo
"Kalian melihat rekor 19-63 dan berpikir mereka sampah. Saya melihat roster itu: Antawn Jamison, Mo Williams, JJ Hickson. Itu bukan tim level G-League. Mereka hanya patah hati karena LeBron pergi. Secara bakat, mereka membantai Bobcats 2012 atau Pistons kemarin."
Pernyataan ini menarik karena menyoroti aspek psikologis olahraga. Lonzo berargumen bahwa rekor buruk Cavs 2011 (termasuk kekalahan memalukan 55 poin dari Lakers) adalah hasil dari mental collapse pasca-kepergian "The King", bukan karena kurangnya kemampuan basket.
Namun, kritik berdatangan karena data statistik (Net Rating, Defensive Efficiency) menunjukkan bahwa Cavs 2011 memang salah satu tim dengan pertahanan terburuk dalam sejarah liga, terlepas dari siapa nama di punggung jersey mereka.
Perbandingan: "Battle of the Worst"
| Tim | Rekor & "Aib" | Argumen Lonzo |
|---|---|---|
| 2010-11 Cavaliers | 19-63 (26 Kekalahan Beruntun) | "Underachievers" (Punya bakat, tapi menyerah). |
| 2011-12 Bobcats | 7-59 (Persentase Win Terburuk) | "No Talent" (Benar-benar kurang skil). |
| 2023-24 Pistons | 14-68 (28 Kekalahan Beruntun) | "Too Young" (Belum siap menang). |
Outlook: Mengapa Ini Penting Sekarang?
Mengapa membahas tim dari 15 tahun lalu? Bagi Cleveland Cavaliers saat ini (yang sedang bagus di tahun 2026), ini adalah pengingat seberapa jauh mereka telah melangkah. Dari puing-puing kehancuran pasca-LeBron pertama, hingga menjadi kontender kuat di Timur saat ini.




