Proyeksi XRP Terkoreksi: Standard Chartered Pangkas Target Harga di Tengah Ancaman Support Krusial $1,45
Baca dalam 60 detik
- Revisi Institusional: Standard Chartered secara signifikan menurunkan estimasi akhir tahun 2026 untuk XRP sebesar 65%, dari angka optimistis $8,00 menjadi hanya $2,80 akibat pelemahan sektor secara makro.
- Rotasi Likuiditas: Terjadi pergeseran arus modal dari aset kripto berisiko tinggi menuju infrastruktur kecerdasan buatan (AI), yang memicu penurunan aktivitas alamat aktif di jaringan XRPL sebesar 26%.
- Fondasi Institusi: Meski harga tertekan, adopsi korporasi tetap solid melalui kemitraan strategis Ripple dengan Aviva Investors serta catatan net inflow positif pada instrumen ETF Spot XRP.

SINGAPURA β Pasar aset digital kembali menghadapi fase pengujian berat pekan ini, khususnya bagi XRP yang terjebak dalam rentang perdagangan sempit antara $1,45 hingga $1,49. Setelah sempat pulih 38% dari titik terendah awal Februari, momentum kenaikan token ini mulai kehilangan tenaga seiring dengan langkah Standard Chartered yang secara mengejutkan memangkas target harga jangka panjangnya. Langkah institusi keuangan global ini menyoroti adanya perubahan sentimen mendasar di tengah dinamika pasar yang lebih memilih instrumen investasi berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI) dibandingkan aset kripto konvensional.
Keputusan Standard Chartered untuk merevisi proyeksi akhir tahun 2026 dari $8,00 menjadi $2,80 mencerminkan realitas baru di pasar modal digital. Geoffrey Kendrick, kepala riset aset digital di bank tersebut, menilai bahwa ketidakmampuan mayoritas token untuk pulih pasca-koreksi Februari menunjukkan tanda-tanda kapitulasi pasar secara luas. Meskipun target baru $2,80 tetap mencerminkan potensi kenaikan hampir 95% dari harga saat ini, institusi tersebut secara tegas menghapus ekspektasi XRP untuk mencapai rekor tertinggi baru (ATH) dalam siklus tahun ini.
Dikotomi Adopsi Institusional vs Aktivitas Ritel
Menariknya, pelemahan harga ini terjadi di saat Ripple justru memperkuat fundamental ekosistemnya. Kemitraan terbaru dengan Aviva Investors, raksasa asuransi Inggris yang mengelola aset senilai Β£253 miliar, menandai langkah ekspansi krusial di Eropa dalam upaya tokenisasi dana investasi tradisional pada XRP Ledger (XRPL). Selain itu, instrumen ETF Spot XRP terus menunjukkan ketahanan luar biasa dengan mencatat aliran masuk modal sebesar $1,37 miliar tanpa ada satu hari pun aliran keluar (outflow) sejak peluncurannya di akhir 2025.
Namun, data on-chain menyajikan narasi yang berbeda bagi para trader ritel. Penurunan jumlah alamat aktif sebesar 26% menjadi sekitar 40.778 unit menunjukkan bahwa daya tarik ritel sedang memudar. Kondisi ini diperumit oleh analisis teknikal yang menunjukkan XRP sedang bertarung dalam pola symmetrical triangle. Support kunci di level $1,43 hingga $1,45 menjadi batas pertahanan terakhir; penembusan di bawah angka ini dikhawatirkan akan memicu penurunan lebih lanjut menuju zona "safety net" di level $1,31.
Proyeksi dan Strategi Trading
Secara objektif, bias mingguan untuk XRP cenderung netral hingga bearish selama harga tetap berada di bawah resistensi psikologis $1,53. Investor disarankan memantau volume transaksi di Indodax atau bursa global lainnya untuk mencari konfirmasi penembusan pola segitiga tersebut. Masa depan XRP dalam jangka pendek akan sangat bergantung pada kemampuan aset ini untuk mempertahankan minat institusi melalui integrasi stablecoin RLUSD, di tengah badai rotasi modal yang saat ini masih mendominasi pasar finansial global.



