Industri video gim dunia kehilangan salah satu arsitek visionernya. Hideki Sato, sosok yang dijuluki sebagai "Bapak Hardware" SEGA, dikabarkan telah meninggal dunia. Laporan dari CNN Indonesia pada Senin, 16 Februari 2026, mengonfirmasi kabar duka ini, memicu gelombang penghormatan dari para pengembang, penggemar, dan pelaku industri yang merasa berutang budi atas inovasi perangkat keras yang ia lahirkan selama masa keemasan kompetisi konsol dunia.
Arsitek di Balik Revolusi Konsol
Hideki Sato bukan sekadar eksekutif; ia adalah otak teknis di balik hampir seluruh perangkat keras ikonik yang pernah diproduksi oleh SEGA. Dedikasinya dimulai sejak era awal konsol rumahan hingga puncaknya pada persaingan sengit tahun 90-an. Sato berperan vital dalam pengembangan SG-1000, Sega Mark III, hingga konsol legendaris Sega Genesis (Mega Drive) yang sempat mengguncang dominasi Nintendo di pasar global.
Warisan terbesarnya juga mencakup pengembangan Sega Saturn dan konsol terakhir SEGA, Dreamcast. Meskipun Dreamcast harus menandai akhir dari perjalanan SEGA di bisnis perangkat keras, desain Sato dipuji karena melampaui zamannya, memperkenalkan fitur-fitur seperti modem internal untuk permainan daring yang kini menjadi standar industri. Visi teknisnya selalu mengedepankan performa arcade yang bisa dibawa ke ruang tamu, sebuah konsep yang mendefinisikan identitas SEGA selama puluhan tahun.
Warisan yang Tak Tergantikan
Kepergian Hideki Sato menandai berakhirnya sebuah era bagi mereka yang tumbuh besar bersama birunya logo SEGA. Sepanjang kariernya, ia tidak hanya merancang mesin, tetapi juga membangun fondasi bagi cara kita berinteraksi dengan hiburan digital hari ini. Komunitas gim global kini mengenang Sato bukan hanya sebagai seorang insinyur jenius, melainkan sebagai pejuang yang berani menantang batasan teknologi demi menghadirkan kegembiraan bagi jutaan orang di seluruh dunia. Selamat jalan, Hideki Sato.



