JAKARTA β Minggu kedua Februari 2026 menjadi periode "rollercoaster" bagi pasar aset kripto. Indodax Academy merangkum pergerakan pasar sepekan terakhir (8-14 Februari) yang diwarnai oleh tarik-menarik antara sentimen makroekonomi global dan faktor musiman Hari Valentine. Bitcoin terlihat berjuang menjaga momentum di area resistensi psikologis, sementara pedagang ritel mulai beralih memburu altcoin dengan narasi teknologi yang kuat.
Analisis: Dominasi Bitcoin vs Kebangkitan Altcoin
Data perdagangan mingguan menunjukkan adanya penurunan dominasi Bitcoin (BTC Dominance) yang halus namun signifikan. Ini mengindikasikan bahwa para investor mulai berani mengambil risiko lebih tinggi (Risk-On) dengan memindahkan keuntungan dari Bitcoin ke altcoin. Sektor yang paling diuntungkan minggu ini adalah token berbasis AI dan DePIN (Decentralized Physical Infrastructure Networks), yang didorong oleh rilis teknologi terbaru dari Silicon Valley.
- ▲ AI Sector: +12.5% (Didorong narasi integrasi GPT-6)
- ▲ RWA Tokens: +8.2% (Adopsi institusi perbankan)
- ▼ Meme Coins (Legacy): -3.4% (Rotasi modal ke meme baru)
- ▼ Privacy Coins: -5.1% (Isu regulasi Eropa)
Di sisi lain, pasar derivatif menunjukkan tanda-tanda "overleverage". Tingginya rasio posisi Long dan Short menciptakan potensi volatilitas ekstrem di akhir pekan. Para analis memperingatkan adanya kemungkinan "Valentine Dump" atau koreksi harga jangka pendek, di mana para Market Maker memburu likuiditas sebelum menentukan tren arah pasar minggu depan.
Outlook: Apa yang Harus Dipantau Minggu Depan?
Memasuki paruh kedua Februari, fokus pasar akan tertuju pada data inflasi AS (CPI) yang akan dirilis. Jika angka inflasi menunjukkan penurunan, ini bisa menjadi bensin bagi Bitcoin untuk menembus atap resistensinya. Namun, investor disarankan untuk tetap konservatif, menghindari FOMO (Fear of Missing Out), dan mewaspadai jebakan bull trap di tengah volume perdagangan akhir pekan yang rendah.




