Ambisi Elon Musk untuk menyulap X (sebelumnya Twitter) menjadi "aplikasi segalanya" (everything app) kian mendekati kenyataan. Laporan dari portal teknologi Qoo10 pada Jumat, 13 Februari 2026, mengungkap bahwa fitur keuangan yang telah lama dinanti, X Money, kini telah memasuki tahap pengujian internal oleh karyawan dan siap diluncurkan ke publik dalam 1-2 bulan mendatang. Pengumuman ini langsung memicu gelombang antisipasi di pasar aset digital, mengingat sejarah panjang Musk dalam menggerakkan sentimen pasar kripto hanya dengan satu cuitan.
Infrastruktur 'Super App' ala WeChat
Langkah peluncuran X Money adalah realisasi strategi Musk untuk meniru kesuksesan WeChat di Tiongkok, di mana satu aplikasi dapat menangani komunikasi, belanja, hingga manajemen aset pribadi. Kesiapan X terlihat dari perolehan lisensi pengiriman uang di lebih dari 40 negara bagian AS dan kemitraan strategis dengan raksasa pembayaran seperti Visa.
Fitur ini dirancang untuk menjadi pusat transaksi finansial pengguna, memungkinkan pembayaran peer-to-peer dan interaksi ekonomi langsung di dalam platform. Dengan target pengguna aktif bulanan yang diproyeksikan menembus 600 juta hingga 1 miliar, X Money berpotensi menjadi salah satu platform fintech terbesar di dunia dalam waktu singkat, menantang dominasi PayPal dan Venmo.
Spekulasi Liar: Dogecoin dan XRP
Meskipun X belum secara resmi mengonfirmasi integrasi mata uang kripto pada tahap awal peluncuran, spekulasi pasar sudah memanas. Dogecoin (DOGE), aset kripto favorit Musk, diprediksi kuat akan mendapatkan tempat istimewa dalam ekosistem pembayaran mikro di X. Selain itu, rumor juga mengarah pada XRP, mengingat mitra perbankan X, Cross River Bank, telah lama menggunakan protokol Ripple untuk pembayaran lintas batas. Para investor kripto kini dalam posisi siaga penuh, menanti pengumuman resmi yang bisa memicu reli harga signifikan pada aset-aset terkait.




