Kabar mengejutkan datang dari sektor telekomunikasi Eropa. Odido, operator seluler terbesar di Belanda (sebelumnya dikenal sebagai T-Mobile Netherlands), mengonfirmasi telah menjadi korban serangan siber masif. Laporan dari The Register pada Jumat, 13 Februari 2026, mengungkap bahwa peretas berhasil menyusup ke dalam sistem perusahaan dan mencuri data sensitif milik jutaan pelanggan. Insiden ini menambah daftar panjang kebocoran data profil tinggi yang menargetkan penyedia layanan telekomunikasi di seluruh dunia.
Celah Keamanan Pihak Ketiga
Berdasarkan investigasi awal, titik masuk serangan diduga berasal dari kerentanan pada sistem vendor pihak ketiga yang bekerja sama dengan Odido. Data yang dicuri mencakup informasi pribadi (PII) seperti nama lengkap, alamat rumah, nomor telepon, dan sebagian data rekening bank (IBAN).
Kelompok peretas yang bertanggung jawab telah memposting sampel data curian tersebut di sebuah forum peretas terkenal (dark web forum) dan menuntut pembayaran tebusan. Odido menyatakan telah menolak negosiasi dengan penjahat siber dan segera melaporkan insiden ini kepada Otoritas Perlindungan Data Belanda (Autoriteit Persoonsgegevens).
Dampak bagi Pelanggan
Meskipun Odido menjamin bahwa kata sandi dan isi komunikasi (SMS/panggilan) tidak terdampak, insiden ini tetap menimbulkan risiko serius berupa potensi penipuan phishing dan pencurian identitas. Para ahli keamanan menyarankan pelanggan Odido untuk segera mengganti PIN kartu SIM, memantau aktivitas rekening bank, dan waspada terhadap pesan mencurigakan yang mengatasnamakan operator. Kasus ini menjadi peringatan keras bagi perusahaan telekomunikasi untuk memperketat keamanan rantai pasok (supply chain security) mereka.




