Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menegaskan pentingnya peran perempuan dalam struktur demokrasi lokal pada Kamis, 12 Februari 2026. Dalam seminar yang digelar di Aula Pemda Sleman, Samsul Bakri dari Kesbangpol menyatakan bahwa keterlibatan perempuan dalam politik bukan lagi sekadar pelengkap formalitas, melainkan keharusan strategis untuk menciptakan kebijakan yang lebih adil dan inklusif. Seminar ini merupakan bagian dari rangkaian upaya Pemkab Sleman untuk memperkuat partisipasi politik aktif di kalangan kader muda perempuan.
Fokus pada Inklusi dan Layanan Publik
Selain isu demokrasi, pekan ini juga ditandai dengan normalisasi layanan publik strategis. SPBU di Jalan Kaliurang KM 10 dilaporkan telah kembali beroperasi secara penuh setelah sebelumnya sempat menjalani sanksi penutupan. Langkah ini disambut baik oleh masyarakat sekitar mengingat lokasi tersebut merupakan jalur utama mobilitas ekonomi di utara Sleman. Pemkab Sleman juga menunjukkan perhatian pada kesiapan sosial menjelang Ramadan dengan memperkuat kapasitas ribuan Rois se-kabupaten guna memastikan ketertiban dan kekhidmatan ibadah selama bulan suci mendatang.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan insan pers. Dalam perayaan Hari Pers Nasional baru-baru ini, ia menjanjikan penguatan fasilitas Media Center sebagai pusat informasi terpadu yang dapat diakses oleh awak media dan masyarakat luas. Inisiatif ini bertujuan untuk menciptakan transparansi data publik yang lebih baik serta memudahkan penyebaran program pembangunan daerah secara akurat dan tepat waktu.
Pembangunan Infrastruktur melalui TMMD
Sisi infrastruktur juga tidak luput dari perhatian dengan dibukanya program TMMD Sengkuyung 2026 di Kabupaten Sleman. Fokus utama program ini adalah percepatan pembangunan sarana fisik pedesaan yang sekaligus dibarengi dengan pembangunan karakter warga melalui gotong royong. Dengan berbagai inisiatif yang berjalan serentak, Pemkab Sleman tampak berupaya menyeimbangkan antara pembangunan fisik dan penguatan modal sosial masyarakatnya.




