Di tengah viralnya tren media sosial yang menampilkan video anak-anak menari luwes hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI), sebuah peringatan keras muncul dari kalangan akademisi. Pada 12 Februari 2026, Prof. Yeni Herdiyani, Ketua Program Studi Kecerdasan Buatan di IPB University, menyoroti sisi gelap dari fenomena yang terlihat "lucu dan menghibur" ini. Ia menegaskan bahwa di balik kepolosan konten tersebut, tersimpan ancaman serius terhadap privasi dan keamanan data biometrik anak-anak Indonesia yang sering kali tidak disadari oleh orang tua yang antusias mengikuti arus viral (FOMO).
Eksploitasi Data di Era 'Generative AI'
Inti permasalahan terletak pada kemudahan akses teknologi Generative AI (Gen-AI). Aplikasi populer kini memungkinkan pengguna mengunggah satu foto wajah bayi atau balita, yang kemudian dipetakan secara instan ke dalam model video penari profesional. Prof. Yeni menjelaskan bahwa proses ini bukan sekadar penyuntingan visual, melainkan penyerahan data biometrik wajah yang sangat presisi kepada server pihak ketiga.
Risiko utamanya adalah "penculikan digital" atau penyalahgunaan data untuk melatih model AI tanpa izin (non-consensual training data). Lebih mengerikan lagi, wajah anak-anak yang terekspos ini rentan menjadi target kejahatan siber, mulai dari pencurian identitas masa depan hingga dimanipulasi untuk konten deepfake yang tidak senonoh oleh predator daring. Dalam ekosistem digital yang belum sepenuhnya teregulasi, wajah anak Anda bisa saja "hidup" di platform lain tanpa sepengetahuan Anda.
Darurat Literasi Digital Orang Tua
Peringatan ini menjadi tamparan bagi tingkat literasi digital masyarakat. IPB University menyerukan agar orang tua berhenti memandang teknologi ini sebagai mainan semata. Mengunggah foto anak ke platform AI yang kebijakan privasinya (Privacy Policy) sering kali tidak dibaca adalah tindakan mempertaruhkan keamanan anak di masa depan. Edukasi mengenai jejak digital (digital footprint) harus menjadi prioritas, karena apa yang diunggah hari ini tidak akan pernah benar-benar bisa dihapus dari internet.




