Revolusi Format MotoGP: Davide Brivio Desak Liberty Media Adopsi Standar F1 demi Balapan yang Lebih Spektakuler
Baca dalam 60 detik
- SEPANG – Bos Trackhouse Racing, Davide Brivio, secara terbuka meminta Liberty Media untuk merombak total format akhir pekan MotoGP guna meningkatkan intensitas persaingan dan daya…
- Dalam sesi tes pramusim di Sepang, Brivio menyoroti urgensi pemisahan sesi kualifikasi untuk Sprint Race dan balapan utama (Main Race), sebuah langkah strategis yang mengikuti…
- Menurut Brivio, format saat ini terlalu berisiko karena hasil latihan di hari Jumat sore secara langsung menentukan nasib pembalap sepanjang akhir pekan.

Ia mengkritik sistem yang mewajibkan pembalap masuk ke posisi sepuluh besar pada Jumat sore demi tiket kualifikasi. Ia mengusulkan agar hari Jumat dikhususkan untuk kualifikasi Sprint, sementara kualifikasi mandiri untuk balapan hari Minggu dilakukan di sesi terpisah. Dengan dua susunan starting grid yang berbeda, insiden atau kegagalan teknis di awal pekan tidak akan lagi menghancurkan peluang pembalap di balapan utama. Di bawah kepemimpinan Liberty Media, MotoGP memang tengah diarahkan menuju standarisasi yang lebih modern menyerupai F1. CEO Dorna, Carmelo Ezpeleta, telah mengonfirmasi bahwa penggunaan sirkuit jalan raya (street circuits) sedang dalam pertimbangan serius. Selain itu, inovasi seperti komunikasi radio tim sudah mulai diuji coba musim ini. Meskipun beberapa pembalap seperti Marc Marquez meragukan urgensi radio di balap motor, langkah ini menunjukkan ambisi besar promotor untuk memberikan pengalaman yang lebih mendalam bagi penonton. Persaingan teknis yang semakin ketat di antara pabrikan juga memicu munculnya regulasi baru. Selain usulan format balapan, beberapa tim seperti KTM mulai menyuarakan perlunya pemberlakuan pembatasan biaya (cost-cap) untuk menjaga keseimbangan kompetisi. Meski sistem konsesi saat ini masih berjalan, desakan untuk aturan yang lebih ketat menyerupai F1 terus menguat. Fokus utama Liberty Media saat ini diyakini tertuju pada aspek promosi dan media guna memastikan MotoGP mencapai level popularitas yang lebih masif secara global. Transformasi format yang diusulkan Brivio diprediksi akan menjadi langkah konkret pertama Liberty Media dalam mengubah wajah MotoGP. Dengan memisahkan sesi Sprint menjadi ajang yang berdiri sendiri, setiap sesi akan memiliki beban kompetisi yang lebih tinggi. Hal ini tidak hanya menguntungkan pembalap dalam hal manajemen risiko, tetapi juga memberikan alasan kuat bagi penggemar untuk mengikuti setiap detail sesi sejak hari pertama. Jika rencana ini dieksekusi, musim balap mendatang dipastikan akan menyuguhkan dinamika yang jauh lebih kompetitif di lintasan.



