Sensation Australia: Antonio Arena Ukir Sejarah Debut di Serie A Bersama AS Roma
Baca dalam 60 detik
- Di bawah asuhan pelatih Gian Piero Gasperini, pemain berusia 16 tahun ini masuk sebagai pemain pengganti saat Roma membungkam Cagliari 2-0 di Stadio Olimpico.
- Debut ini menjadi kado istimewa bagi Arena yang akan genap berusia 17 tahun esok hari, sekaligus menempatkannya sebagai pemain termuda ketujuh yang pernah membela Giallorossi diβ¦
- Kemenangan Roma dalam laga ini dipastikan lewat brace penyerang Belanda, Donyell Malen, pada menit ke-25 dan 65.

ROMA β Talenta muda kelahiran Sydney, Antonio Arena, resmi mencatatkan namanya dalam buku sejarah sepak bola Italia setelah melakoni debut kompetitif di Serie A bersama AS Roma pada Selasa (10/2/2026). Tambahan tiga poin ini sangat krusial bagi Roma untuk mengakhiri tren negatif tanpa kemenangan di tiga laga sebelumnya, sekaligus mendongkrak posisi mereka ke peringkat lima klasemen, menyamai poin Juventus di zona Liga Champions. Kondisi pertandingan yang sudah terkendali dimanfaatkan dengan baik oleh Gasperini untuk memberikan jam terbang bagi "bocah ajaib" yang sedang menjadi pembicaraan hangat di daratan Eropa tersebut. Pencapaian Arena di Serie A bukanlah sebuah kebetulan, melainkan kelanjutan dari performa eksplosifnya sejak mendarat di Italia. Bulan lalu, ia sudah mencuri perhatian publik setelah mencetak gol pada sentuhan pertamanya saat debut di Coppa Italia melawan Torino. Secara statistik, Arena kini sejajar dengan legenda seperti Alberto Di Chiara sebagai salah satu pencetak gol termuda sepanjang masa klub, hanya kalah dari figur historis Amadeo Amadei dan Stefano Okaka. Karier Arena bermula dari pinggiran Sydney Barat, di mana ia sempat menimba ilmu di akademi Western Sydney Wanderers sebelum akhirnya dilirik oleh pencari bakat Pescara yang datang ke Australia bersama legenda Toto Schillaci pada 2022. Di Pescara, ia langsung meledak dengan meraih gelar Golden Boot di level U-16 dan memecahkan rekor Marco Verratti sebagai pemain termuda yang mencetak gol di liga profesional Italia saat debut di Serie C. Secara teknis, transisi Arena dari sepak bola Australia ke ekosistem Italia tergolong sangat cepat. Ia telah menjadi pilar tim nasional Italia di berbagai jenjang umur (U-16, U-17, dan U-18) dengan total 18 penampilan. Prestasi terbarunya adalah membawa Azzurri meraih posisi ketiga di Piala Dunia U-17, di mana ia berkontribusi lewat dua gol dan satu assist. Meski ia sempat membela Australia U-16 pada tahun 2024, performa konsistennya di Roma membuat federasi Italia bergerak cepat untuk mengamankan jasanya di masa depan.



