CEO Databricks: SaaS Belum Mati, Tapi AI Agent Sedang Menggali Kuburnya
Baca dalam 60 detik
- CEO Databricks, Ali Ghodsi, baru saja melempar "bom" prediksi ke tengah industri teknologi dengan pernyataan beraninya: era kejayaan Software as a Service (SaaS) sedang menghitung…
- Meskipun belum sepenuhnya mati saat ini, Ghodsi berargumen bahwa dominasi model bisnis yang telah menguasai dunia teknologi selama dua dekade terakhir ini akan segera menjadi tidak…
- Logika yang disampaikan Ghodsi sangat menohok fondasi bisnis software konvensional.

Selama ini, perusahaan SaaS meraup untung besar dengan menjual lisensi "per kursi" (per user) kepada manusia yang menggunakan perangkat lunak tersebut untuk menyelesaikan tugas. Namun, masa depan adalah milik "Agentic AI"—sistem cerdas yang mampu bekerja secara mandiri. Ghodsi mempertanyakan, jika nanti AI yang melakukan pekerjaan—mulai dari pembukuan, coding, hingga layanan pelanggan—untuk apa perusahaan membayar lisensi antarmuka (UI) yang didesain untuk mata dan jari manusia? AI tidak butuh tombol yang cantik; mereka hanya butuh instruksi dan akses data. Akibatnya, Ghodsi meramalkan kiamat bagi model penetapan harga berbasis langganan pengguna (seat-based pricing). Di masa depan, perusahaan perangkat lunak tidak lagi akan menjual "alat bantu" untuk manusia, melainkan menjual "hasil kerja" (outcome) yang diselesaikan oleh AI. Kita tidak akan lagi membayar agar staf bisa memakai aplikasi, tetapi membayar AI berdasarkan seberapa banyak masalah yang ia selesaikan. Ini adalah pergeseran tektonik dari ekonomi berbasis lisensi menuju ekonomi berbasis konsumsi dan hasil, yang memaksa seluruh raksasa teknologi untuk merombak total cara mereka mencari uang atau bersiap untuk punah.



